PARADAPOS.COM - Presiden China Xi Jinping secara tegas memperingatkan Amerika Serikat agar lebih berhati-hati dalam menyikapi isu Taiwan saat bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Balai Besar Rakyat, Beijing, Kamis (14/5). Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung sekitar 2 jam 15 menit itu, Xi menyebut masalah Taiwan sebagai isu paling krusial dalam hubungan kedua negara. Ia menekankan bahwa jika ditangani dengan benar, hubungan China-AS akan menikmati stabilitas; namun jika tidak, bentrokan dan konflik bisa terjadi. Trump, yang memuji Xi sebagai pemimpin hebat, menyatakan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dan menyelesaikan perbedaan secara damai. Kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai situasi Timur Tengah, krisis Ukraina, dan Semenanjung Korea, serta sepakat saling mendukung penyelenggaraan KTT APEC dan G20 tahun ini.
Peringatan Keras Xi Soal Taiwan
Dalam pernyataan yang dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri China, Xi menegaskan bahwa “Masalah Taiwan adalah isu terpenting dalam hubungan China-AS. AS harus lebih berhati-hati dalam menangani masalah Taiwan.” Ia menambahkan bahwa jika isu ini ditangani dengan benar, hubungan bilateral akan menikmati stabilitas secara keseluruhan.
Xi kemudian mempertegas sikapnya dengan nada yang lebih keras. “Jika tidak, kedua negara akan mengalami bentrokan dan bahkan konflik, yang akan membahayakan seluruh hubungan. ‘Kemerdekaan Taiwan’ dan perdamaian lintas Selat Taiwan sama sekali tidak dapat didamaikan, seperti api dan air,” tegasnya.
Menurut Xi, menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan adalah kesamaan terbesar antara China dan AS. Pernyataan ini disampaikan di hadapan Trump dan rombongan delegasi bisnis Amerika yang hadir.
Trump: Hubungan Terpanjang dan Terbaik
Menanggapi peringatan Xi, Trump menyampaikan rasa hormatnya secara terbuka. “Amerika Serikat dan China memiliki hubungan yang sangat baik. Presiden Xi dan saya memiliki hubungan terpanjang dan terbaik yang pernah dimiliki oleh presiden kedua negara. Kami menikmati komunikasi yang erat dan menyelesaikan banyak masalah penting,” ujarnya.
Trump juga menyebut Xi sebagai pemimpin yang hebat dan China sebagai negara yang hebat. “Saya sangat menghormati Presiden Xi dan rakyat China. Pertemuan kita hari ini adalah pertemuan puncak terbesar yang disaksikan dunia. Saya akan bekerja sama dengan Presiden Xi untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama, menangani perbedaan dengan tepat, membuat hubungan bilateral lebih baik dari sebelumnya, dan menyongsong masa depan yang fantastis,” tambahnya.
Delegasi Bisnis Raksasa AS Hadir
Suasana pertemuan semakin semarak ketika Trump meminta setiap pemimpin bisnis yang ikut dalam perjalanan tersebut untuk memperkenalkan diri kepada Xi dan menyampaikan pendapat mereka. Trump membawa belasan CEO perusahaan besar AS, termasuk Elon Musk (CEO Tesla dan SpaceX), Tim Cook (CEO Apple), Jensen Huang (CEO NVIDIA), serta Ryan McInerney (CEO Visa).
Selain itu, hadir pula Larry Fink (CEO BlackRock), Stephen Schwarzman (CEO Blackstone), Kelly Ortberg (CEO Boeing), Brian Sikes (CEO Cargill), Jane Fraser (CEO Citigroup), dan Jim Anderson (CEO Coherent). Dari sektor teknologi dan keuangan, tampak Larry Culp (CEO GE Aerospace), David Solomon (CEO Goldman Sachs), Jacob Thaysen (CEO Illumina), Michael Miebach (CEO Mastercard), Dina Powell McCormick (Presiden dan Wakil Ketua Meta), Sanjay Mehrotra (CEO Micron), serta Cristiano Amon (CEO Qualcomm).
Di pihak Amerika, turut mendampingi Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Menteri Keuangan Scott Bessent. Sementara itu, Xi didampingi Sekretaris Sekretariat Komite Pusat PKC Cai Qi, Wakil Perdana Menteri He Lifeng, Menteri Luar Negeri Wang Yi, Menteri Perdagangan Wang Wentao, dan Ketua NDRC Zheng Shanjie.
Momen Santai di Kuil Langit
Setelah pertemuan resmi, Xi dan Trump mengunjungi Kuil Langit di Beijing, sebuah bangunan bersejarah yang didirikan pada tahun 1420. Suasana menjadi lebih santai ketika wartawan mencoba menanyakan kepada Trump apakah ia membahas soal Taiwan dalam pertemuan. Trump tidak menjawab pertanyaan itu dan hanya berkata singkat, “China itu indah.”
Kesepakatan dan Pandangan ke Depan
Selain membahas Taiwan, kedua pemimpin juga bertukar pandangan tentang isu-isu internasional dan regional utama, seperti situasi Timur Tengah, krisis Ukraina, dan Semenanjung Korea. Keduanya sepakat untuk saling mendukung dalam menyelenggarakan Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC dan KTT G20 pada tahun ini. Trump pun menutup pertemuan dengan optimisme tinggi, menyebut bahwa AS dan China adalah negara-negara terpenting dan terkuat di dunia. “Bersama-sama, kita dapat melakukan banyak hal besar dan baik untuk kedua negara dan dunia,” ungkapnya.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
PT Sasa Inti Buka Lowongan Maintenance Staff untuk Lulusan SMK, Syarat Pengalaman Minimal Setahun
Kapolres Kuansing Pimpin Langsung Program JALUR, Hadirkan Klinik Apung dan Bansos di Tepian Sungai Cerenti
Ahli Mikrobiologi Nilai Risiko Pandemi Hantavirus Masih Rendah, Penularan Utama dari Tikus
Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Hemat Energi Jelang Puncak Ibadah di Armuzna