PARADAPOS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memanfaatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) guna mendukung program SMK Go Global. Inisiatif ini bertujuan menyiapkan lulusan sekolah menengah kejuruan agar kompetitif di pasar kerja internasional, sekaligus menjawab tantangan penyerapan tenaga kerja di dalam negeri. Pernyataan ini disampaikan Menko Muhaimin di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Jumat, 3 April 2026.
Peran Strategis BUMN dalam Meningkatkan Daya Saing SDM
Dalam paparannya, Muhaimin menekankan peran krusial BUMN sebagai motor penggerak dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing secara global. Melalui alokasi dana CSR yang lebih terarah, BUMN diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam program vokasi ini. Langkah ini dinilai bukan hanya sebagai bentuk investasi sosial, tetapi juga sebagai kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas tenaga kerja nasional dalam jangka panjang.
“Saya mengajak BUMN-BUMN yang ada, dan insya Allah bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, kita akan dorong BUMN semakin banyak menyiapkan tenaga kerja yang siap bekerja di luar negeri,” ujarnya.
SMK Go Global: Jawaban atas Kebutuhan Pasar dan Lulusan
Program SMK Go Global digambarkan sebagai langkah strategis yang memiliki dua sisi manfaat utama. Di satu sisi, program ini merespons tingginya permintaan tenaga kerja terampil dari negara-negara maju seperti Jepang, yang menawarkan ekosistem kerja dengan jaminan sosial dan remunerasi yang baik. Di sisi lain, ini menjadi solusi konkret bagi lulusan SMK yang masih menghadapi kendala dalam memasuki pasar kerja domestik, membuka akses menuju karier berstandar internasional.
Namun, peluang tersebut membawa konsekuensi tersendiri. Menko Muhaimin menggarisbawahi bahwa kesiapan calon pekerja migran tidak hanya terletak pada keahlian teknis, tetapi juga pada penguasaan bahasa asing dan kemampuan adaptasi budaya.
“Apa yang dilakukan saat ini adalah bagian dari transformasi kita, termasuk transformasi link and match pendidikan dengan kebutuhan pekerjaan di luar negeri. Kita terus membangun ekosistem kualitas tenaga kerja berstandar global,” tegasnya.
Mengubah Peran Diplomasi: Dari Retorika ke Pemasaran SDM
Untuk mendukung program ini, pemerintah juga melakukan penyesuaian pendekatan di level diplomasi. Muhaimin memberikan instruksi khusus kepada para Duta Besar Republik Indonesia di berbagai negara untuk menggeser fokus diplomasi menjadi lebih praktis dan solutif. Perwakilan Indonesia di luar negeri diharapkan dapat bertindak sebagai ‘agen pemasaran’ yang aktif membuka dan menjajaki peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia yang berkualitas.
“Saatnya Duta Besar tidak bicara retorika diplomatik, tetapi implementatif pada pasar kerja yang dibutuhkan kaum muda Indonesia. Diplomasi kita harus menjadi diplomasi pemasaran calon pekerja migran yang berkualitas,” sambung pria yang akrab disapa Gus Imin tersebut.
Komitmen Perlindungan sebagai Pilar Utama
Di balik ambisi memperluas penempatan tenaga kerja, pemerintah menegaskan bahwa aspek perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) tetap menjadi prioritas yang tidak boleh diabaikan. Muhaimin menekankan pentingnya kerja keras dan koordinasi antar kementerian serta lembaga terkait untuk memastikan setiap warga negara yang bekerja di luar negeri mendapatkan jaminan keamanan dan hak-haknya.
“Kepada kementerian-kementerian yang terkait, Badan-badan lembaga yang terkait, Saya sangat berharap kita semua bekerja keras memastikan bahwa setiap PMI di berbagai negara manapun akan terus mendapatkan akses perlindungan yang memadai,” jelas Menko Muhaimin.
Sinergi untuk Mencetak Generasi Profesional Global
Program SMK Go Global, yang berangkat dari gagasan Presiden Prabowo Subianto pada 2025, pada akhirnya bertumpu pada kolaborasi yang kuat. Sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan vokasi, dan sektor usaha—dengan BUMN sebagai pionir—diharapkan dapat menciptakan sebuah ekosistem yang berkelanjutan. Tujuannya jelas: mencetak generasi profesional Indonesia yang tidak hanya mampu bersaing di panggung global, tetapi juga kelak dapat berkontribusi sebagai penggerak transformasi ekonomi di dalam negeri. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada konsistensi dan komitmen semua pihak dalam menjalankan perannya masing-masing.
Artikel Terkait
BGN Hentikan Sementara Tiga Dapur Program Makan Bergizi di Kaimana Gara-gara IPAL Tak Standar
Sistem Kesehatan Lebanon Selatan Kolaps di Bawah Serangan Israel
Atlet Panjat Tebing Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki
Gunung Merapi Catat Ratusan Guguran Lava dan Empat Awan Panas dalam Sepekan