PARADAPOS.COM - Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mendorong para pekerja untuk terus menjaga semangat berinovasi di tengah tekanan dinamika geopolitik global, gejolak ekonomi, dan percepatan teknologi. Imbauan ini disampaikan saat menghadiri Apel Pegawai PT Panasonic Gobel Indonesia di Jakarta pada Selasa, 19 Mei. Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa produktivitas yang sudah baik bukanlah akhir, melainkan pijakan untuk perbaikan berkelanjutan.
Menaker Yassierli mengingatkan bahwa perkembangan teknologi seperti komputer, kecerdasan buatan (AI), dan sensor digital tidak perlu ditakuti. Sebaliknya, semua itu harus dimanfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja.
"Produktivitas kita mungkin sudah baik, tetapi filosofi seorang pekerja yang inovatif adalah selalu ada ruang untuk melakukan perbaikan dan inovasi," ujar Yassierli di hadapan para karyawan.
Dengan latar belakang panjang di bidang teknik industri, ia mengaku banyak belajar dari budaya kerja Jepang. Konsep continuous improvement atau perbaikan secara berkelanjutan menjadi salah satu fondasi yang ia tanamkan.
"Saya belajar cukup lama di bidang teknik industri dan banyak belajar dari budaya kerja Jepang tentang continuous improvement. Selalu ada pertanyaan, bulan depan apa cara yang lebih baik yang bisa dilakukan agar pekerjaan menjadi lebih produktif dan berkualitas," tuturnya.
Inovasi dan Budaya Perusahaan
Yassierli menilai semangat inovasi di lingkungan Panasonic sudah tumbuh dengan baik. Namun, ia menekankan perlunya penguatan yang lebih masif dengan melibatkan seluruh elemen perusahaan, termasuk serikat pekerja.
Menurutnya, kombinasi antara disiplin ala Jepang dan kekeluargaan khas Indonesia melahirkan ekosistem yang subur bagi inovasi.
"Ada budaya dan semangat untuk tumbuh bersama menuju tujuan bersama. Kombinasi disiplin ala Jepang dan kekeluargaan ala Indonesia ini sangat bagus dan melahirkan berbagai inovasi secara kultural," ungkapnya.
Relevansi di Era Perubahan
Selain inovasi, Yassierli juga menekankan pentingnya menjaga relevansi di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat. Ia mengingatkan bahwa inovasi dan produktivitas menuntut kompetensi baru.
"Inovasi dan produktivitas membutuhkan kompetensi baru. Karena itu, semangat untuk terus belajar harus selalu dijaga," katanya.
Di tengah perubahan global, ia juga menyoroti prinsip no one left behind. Semua pekerja, menurutnya, harus antusias dan aktif menyongsong perubahan.
"Jangan sampai ada satu pun karyawan yang tertinggal. Semua berhak mendapatkan upskilling dan reskilling," pesan Menaker Yassierli.
Artikel Terkait
Pelatih Timnas Futsal Putri Luis Estrela Takjub dengan Bakat Pemain Indonesia
Realisasi Anggaran Makan Bergizi Gratis Capai Rp75 Triliun dalam Empat Bulan, Pemerintah Siapkan Efisiensi
Pemprov Jabar Matangkan Persiapan Pawai Kemenangan Persib, Keamanan Jadi Prioritas
Mantan Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Ditahan Bareskrim Terkait Dugaan Pencucian Uang Jaringan Bandar Ishak