PARADAPOS.COM - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta memastikan pembangunan peron 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor, Jawa Barat, masih terus berjalan dan ditargetkan rampung pada Juli 2026. Proyek ini mencakup perpanjangan jalur rel dan peron untuk commuter line (KRL) rute Bogor-Jakarta Kota. Hingga saat ini, pemasangan tiang listrik aliran atas telah mencapai 80 persen, sementara pembangunan perpanjangan jalur rel dan peron baru mencapai 31 persen.
Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengonfirmasi progres tersebut saat dihubungi pada Selasa (19/5/2026). “Masih on progress pembangunannya,” ujarnya singkat. Franoto kemudian merinci bahwa pengerjaan fisik seperti tiang listrik aliran atas hampir selesai, namun pembangunan perpanjangan jalur rel dan peron masih berproses.
Progres Fisik dan Kondisi di Lapangan
Berdasarkan pantauan di lokasi, para pekerja konstruksi masih terlihat sibuk. Mereka mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, mulai dari helm proyek, rompi, hingga sarung tangan. Suasana di sekitar area proyek tampak tertib, dengan beberapa alat berat jenis beko berukuran kecil membantu pengerjaan konstruksi peron dan jalur rel.
Selasar peron 6 sendiri sudah terbongkar setengahnya. Di tempat yang peronnya sudah tidak ada, terpasang penyangga dari besi yang kokoh. Tak jauh dari sana, terlihat pembatas garis berwarna kuning dan hitam di dekat peron jalur lintasan peron 5, menandakan area yang harus diwaspadai penumpang.
“Untuk pembangunan fisik, pemasangan tiang listrik aliran atas sudah 80 persen, pembangunan perpanjangan jalur rel dan peron sudah 31 persen,” jelas Franoto, memberikan angka pasti di balik aktivitas konstruksi yang terlihat.
Rekayasa Arus Penumpang Selama Konstruksi
Dampak dari proyek ini, peron 6 hingga 8 di Stasiun Bogor terpaksa ditutup. Penutupan ini diperkirakan berlangsung selama 90 hari. Sebagai antisipasi, KAI Commuter telah menyiapkan sejumlah rekayasa untuk mengurai potensi penumpukan penumpang.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan penataan khusus untuk arus penumpang yang masuk maupun keluar Stasiun Bogor. “Jadi untuk flow penumpang ini akan ada area pedestrian sementara, temporary, di samping selasar yang saat ini sudah ditutup posisinya di Stasiun Bogor,” tutur Karina di Stasiun Bogor, pada Rabu (15/4/2026).
Jalur alternatif tersebut, lanjutnya, berada di sisi kanan dari Pintu Barat (Jalan Mayor Oking) yang mengarah ke peron. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir kepadatan dan menjaga kenyamanan pengguna jasa KRL selama masa pembangunan berlangsung.
Artikel Terkait
Menaker Dorong Pekerja Terus Berinovasi di Tengah Tekanan Global dan Percepatan Teknologi
Mantan Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Ditahan Bareskrim Terkait Dugaan Pencucian Uang Jaringan Bandar Ishak
Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Hindari City Tour Jelang Puncak Armuzna 2026
Mendagri Tito dan Menteri Maruarar Luncurkan Program Bedah Rumah untuk Lima Provinsi di Indonesia Timur