PARADAPOS.COM - Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali erupsi pada Rabu (20/5) dini hari. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menindaklanjuti kejadian ini dengan memperluas jarak aman sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah aktif bagian utara. Langkah ini diambil setelah gunung berstatus Level II (Waspada) tersebut melontarkan kolom abu setinggi sekitar 400 meter ke udara.
Kolom Abu dan Durasi Erupsi
Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa aktivitas vulkanik terbaru terekam pada pukul 00.49 WIT. Dalam keterangannya di Jakarta, ia menjelaskan secara rinci mengenai karakteristik erupsi tersebut.
“Erupsi tersebut melontarkan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 400 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut,” ujarnya.
Lebih lanjut, data dari seismogram menunjukkan bahwa erupsi ini memiliki amplitudo maksimum mencapai 28 milimeter dengan durasi sementara sekitar 52 detik. Meskipun terjadi peningkatan aktivitas, status Gunung Ibu masih bertahan di Level II atau Waspada.
Rekomendasi untuk Masyarakat
Menyikapi kondisi tersebut, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi yang cukup ketat. Lana menegaskan bahwa masyarakat setempat, pengunjung, maupun wisatawan dilarang melakukan aktivitas apa pun di dalam radius dua kilometer dari kawah aktif.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta untuk waspada terhadap potensi hujan abu. Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan, disarankan untuk segera menggunakan alat pelindung diri. Masker penutup hidung dan mulut serta kacamata menjadi perlengkapan wajib guna mengantisipasi gangguan pernapasan dan iritasi mata.
Koordinasi dan Pemantauan
Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat pun tidak tinggal diam. Mereka diminta untuk meningkatkan koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Pos Pengamatan Gunung Ibu yang berada di Desa Gam Ici.
Sementara itu, masyarakat Pulau Halmahera diimbau untuk terus memantau perkembangan aktivitas gunung api ini secara berkala. Informasi terkini dapat diakses melalui aplikasi resmi milik pemerintah, Magma Indonesia, yang menyajikan data vulkanik secara real-time.
Editor: Annisa Rachmad
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polisi Buru Bandar Narkoba Jaringan Malaysia yang Ganti Kewarganegaraan dan Operasi Plastik Demi Kabur dari Hukum
Petugas Keamanan Tewas Usai Hadang Penembak di Islamic Center San Diego, Disebut Pahlawan Selamatkan Banyak Jemaah
Wall Street Tertekan di Tengah Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran dan Aksi Jual Obligasi Global
BMKG: Hujan Petir dan Hujan Ringan Guyur Sejumlah Kota Besar Indonesia pada 20 Mei 2026