PARADAPOS.COM - Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat koordinasi perencanaan pembangunan guna mencegah kesenjangan ekonomi antara wilayah provinsi dan daerah di bawahnya. Pernyataan ini disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) RKPD Provinsi Jatim 2027 di Surabaya, Selasa (14/4/2026).
Peringatan Soal Kesenjangan Pertumbuhan
Dalam forum perencanaan yang dihadiri jajaran pemerintah daerah itu, Ribka Haluk secara khusus mengingatkan agar kemajuan ekonomi di tingkat provinsi harus diimbangi dengan kemajuan serupa di kabupaten dan kota. Ia mengkhawatirkan potensi ketimpangan yang bisa muncul jika pembangunan tidak tersinkronisasi dengan baik.
"Kalau di provinsi terjadi pertumbuhan dan kemudian juga kemajuan yang cukup pesat tetapi tidak diimbangi dengan kabupaten atau kota, ini juga sangat mengkhawatirkan," tegasnya.
Peran Kunci Gubernur dan Capaian yang Diapresiasi
Wamendagri juga menekankan peran strategis Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, sesuai mandat undang-undang, untuk memastikan pemerataan pembangunan. Di sisi lain, Ribka memberikan apresiasi atas kekompakan antar level pemerintahan di Jatim serta tren peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus terjadi.
Namun, apresiasi itu disertai pesan. Peningkatan kualitas manusia tersebut, menurutnya, harus bisa dirasakan secara merata hingga ke tingkat wilayah paling bawah untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.
"Kalau kita bicara Indonesia Emas salah satu adalah bagaimana kita ingin ada bonus demografi. Saya pikir Jawa Timur sudah. Tinggal kita bonus demografi untuk provinsi-provinsi lainnya kita tunggu," ujarnya.
Misi sebagai Gerbang Baru dan Tantangan yang Tersisa
Sejalan dengan slogan 'Jatim Gerbang Baru Nusantara', Ribka berharap provinsi ini dapat menjadi penggerak ekonomi baru, khususnya untuk kawasan Indonesia Timur. Realisasi misi ini, tuturnya, sangat bergantung pada kematangan perencanaan pembangunan yang disusun bersama.
Meski mencatat banyak kemajuan, Ribka menyoroti satu tantangan utama yang masih perlu menjadi perhatian seriau.
"Untuk Jawa Timur perlu kita atensi hanya masalah angka pengangguran. Sedangkan pertumbuhan ekonomi, kemudian IPM dan lain-lain semua sudah sangat-sangat baik, bahkan program nasional pun sudah diikuti secara baik," tandasnya.
Artikel Terkait
Masjid Al-Maruf Bintan: Dari Pusat Ibadah Jadi Ikon Wisata Religi di Tepi Pantai
Kemendagri Dorong Kabupaten Tabalong Tingkatkan Inovasi Berbasis Data dan Kolaborasi
Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Melanda Pasuruan, Diduga Imbas Gangguan Impor
1.447 Warga Kabupaten Tegal Akan Berangkat Haji 2026, Termasuk Peserta Termuda 17 Tahun