PARADAPOS.COM - Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Kelurahan Singkil, Kota Manado, pada Rabu (25/3/2026), meninggalkan puluhan warga kehilangan tempat tinggal. Peristiwa ini mengakibatkan sedikitnya 14 rumah hangus terbakar dan berdampak pada 56 jiwa, termasuk beberapa bayi yang membutuhkan perhatian khusus.
Kebutuhan Mendesak untuk Bayi Korban
Di tengah arus bantuan yang mulai mengalir pascakejadian, muncul keluhan dari warga mengenai belum terpenuhinya kebutuhan dasar bagi empat bayi yang menjadi korban. Kondisi ini menyoroti kerentanan kelompok usia tersebut dalam situasi darurat.
Salah satu orang tua, Coni Laiya, menceritakan kesulitan yang dihadapinya untuk memenuhi kebutuhan anaknya yang masih berusia delapan bulan. Semua perlengkapan bayi miliknya ikut musnah dalam kobaran api.
"Baju-baju, makanan, susu, popok untuk anak saya yang masih 8 bulan karena semua barang sudah hangus terbakar," tuturnya pada Kamis (26/3/2026).
Kondisi Pengungsian yang Belum Layak
Persoalan lain yang mengemuka adalah kondisi hunian sementara bagi para korban. Dari total rumah yang terbakar, sembilan di antaranya dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga hangus total. Hingga kini, banyak korban masih harus bertahan di tempat-tempat yang belum memadai, menunggu solusi hunian yang lebih layak dari pihak berwenang.
Dari lapangan, terlihat harapan warga agar pemerintah daerah dan lembaga terkait dapat merespons dengan cepat. Perhatian khusus dinilai sangat diperlukan, tidak hanya untuk memulihkan kondisi fisik, tetapi juga untuk melindungi kelompok paling rentan, seperti bayi dan anak-anak, serta memastikan mereka mendapatkan tempat berlindung yang aman dan manusiawi.
Artikel Terkait
KPK Pastikan Status Mahasiswa Baru Unsoed Tak Terdampak Kasus Dugaan Pemerasan
KJRI Houston Putar Perdana Film Animasi Jumbo untuk Rayakan HUT ke-81 RI
Polisi Tembus Tujuh Titik Terisolir di NTT Usai Gempa, Distribusi Bantuan Terhambat Medan Ekstrem
Manchester United Sepakati Transfer Carlos Baleba dari Brighton Senilai Rp1,5 Triliun