PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026). Kehadiran orang nomor satu di Indonesia ini menjadi yang pertama kalinya dalam forum paripurna DPR, di mana ia akan menyampaikan langsung Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF). Wakil Ketua DPR, Saan Mustopa, membenarkan agenda tersebut, sementara Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menilai langkah ini sebagai bentuk kepedulian presiden terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Momen Bersejarah di Paripurna DPR
Suasana di kompleks parlemen tampak sibuk sejak Selasa (19/5) sore. Para staf dan anggota dewan berdatangan untuk memastikan kesiapan ruang sidang. Di tengah hiruk-pikuk itu, Wakil Ketua DPR Saan Mustopa mengonfirmasi rencana kehadiran Prabowo.
“Ya, rencananya seperti itu ya (Prabowo hadir paripurna),” ujarnya di kompleks parlemen, Selasa (19/5).
Menurut politikus Partai NasDem itu, ini merupakan kali pertama Prabowo hadir dalam rapat paripurna DPR. Ia menjelaskan bahwa presiden akan memaparkan dua dokumen penting sekaligus.
“Jadi, untuk penyampaian kerangka ekonomi makro, terus juga pokok-pokok kebijakan fiskal yang akan disampaikan langsung oleh Presiden,” jelasnya.
Respons Positif dari Kader Partai
Dari kubu pendukung, sambutan hangat datang dari Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong. Dalam pernyataannya, ia menyebut kehadiran Prabowo bukan sekadar seremoni, melainkan sinyal kuat akan sinergi antara eksekutif dan legislatif.
“Ini sesuatu yang bagus, kami menyambut positif. Ini menandakan hubungan pemerintah dengan DPR juga terjalin sangat bagus. Kami juga berterima kasih presiden mau hadir langsung menyampaikan, yang selama inikan Menkeu yang sampaikan KEM,” tuturnya saat dihubungi, Selasa (20/5/2026).
Bahtra menambahkan bahwa langkah ini menunjukkan perhatian serius presiden terhadap kondisi perekonomian tanah air.
“Dengan kehadiran presiden artinya Presiden Prabowo concern terhadap pertumbuhan ekonomi kita ke depan,” ungkapnya.
Optimisme di Tengah Narasi Negatif
Lebih jauh, Bahtra yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR ini mengungkit data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS). Ia mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen pada kuartal I tahun ini.
“Kondisi ekonomi kita kan makin membaik selama dipimpin Pak Prabowo, bahkan menurut data BPS tumbuh 5,61 di kwartal I. Fundamental ekonomi kita kuat nggak usah khawatir terhadap narasi-narasi yang dibangun oleh sebagian pihak seolah-olah kondisi ekonomi kita buruk,” ujarnya.
Pernyataan itu seolah menjadi penawar atas kekhawatiran yang sempat mengemuka di publik. Dengan data di tangan, Bahtra optimistis roda perekonomian terus berputar ke arah yang lebih baik.
Agenda Strategis di Tengah Sidang
Rapat Paripurna ke-19 ini merupakan bagian dari masa persidangan V tahun sidang 2025-2026. Biasanya, penyampaian KEM dan PPKF dilakukan oleh Menteri Keuangan. Namun, kali ini Prabowo memilih untuk hadir langsung, sebuah langkah yang dinilai memperkuat komunikasi antara pemerintah dan wakil rakyat.
“Ya, yang saya tahu ya (perdana),” kata Saan Mustopa singkat, menegaskan keunikan agenda hari ini.
Di luar gedung parlemen, hiruk-pikuk persiapan pengamanan juga terlihat. Petugas kepolisian berjaga di sejumlah titik, mengantisipasi lalu lintas pejabat negara yang akan hadir. Suasana di Senayan pagi ini terasa lebih sibuk dari biasanya, menandai pentingnya momen yang akan berlangsung.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Wall Street Tertekan di Tengah Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran dan Aksi Jual Obligasi Global
Gunung Ibu Erupsi, Badan Geologi Perluas Zona Aman hingga 3,5 Kilometer
BMKG: Hujan Petir dan Hujan Ringan Guyur Sejumlah Kota Besar Indonesia pada 20 Mei 2026
Dua Remaja Diduga Lakukan Penembakan di Islamic Center San Diego, Tiga Tewas