PARADAPOS.COM - Seorang penggembala di Irak kehilangan nyawa setelah secara tidak sengaja menemukan pangkalan militer rahasia Israel di gurun barat Irak. Awad al-Shammari (29) tewas setelah mobil pikapnya dikejar dan diberondong tembakan dari sebuah helikopter misterius di dekat kota al-Nukhaib. Peristiwa tragis ini terungkap melalui laporan yang beredar pada Senin (18/5/2026), membuka tabir gelap keberadaan pos terdepan Zionis yang selama ini dijaga super ketat di wilayah terpencil tersebut.
Sebelum putus kontak, al-Shammari sempat menghubungi komando militer regional Irak. Ia melaporkan aktivitas janggal berupa kerumunan tentara asing, helikopter, serta barisan tenda taktis di sebuah landasan pendaratan darurat. Keluarga korban meyakini bahwa ia sengaja dihabisi demi menjaga kerahasiaan operasi militer Israel di kawasan itu.
Pikap Hangus dan Jasad Terbakar di Tengah Gurun
Pihak keluarga melakukan pencarian darurat selama dua hari sebelum akhirnya mendapat petunjuk dari penduduk suku Badui yang menyaksikan langsung pembunuhan tersebut. "Kami diberi tahu ada truk pikap yang hangus terbakar di sana, tetapi tidak ada warga yang berani mendekat," kenang sepupu korban, Amir al-Shammari, dengan nada bergetar. "Ketika kami sampai di lokasi, kami menemukan mobil dan jenazah Awad sudah hangus terbakar."
Keluarga korban kemudian membagikan foto-foto kondisi pikap dan jasad Awad yang mengenaskan ke publik. Tragisnya, karena situasi keamanan yang tidak menentu, mereka terpaksa menguburkan jasad Awad langsung di samping bangkai kendaraannya di tengah gurun, ditandai sebuah batu nisan abu-abu sederhana.
Unit Militer Irak Turut Dihantam Bom
Skandal ini menggelinding panas. Sehari setelah menerima panggilan darurat dari sang penggembala, komando militer regional Irak langsung mengirimkan misi pengintaian yang dipimpin oleh Jenderal al-Gurayti dan Jenderal al-Hamdani. Namun, alangkah terkejutnya pasukan Irak. Begitu unit intelijen mendekati koordinat yang dilaporkan, mereka langsung dihujani tembakan artileri berat.
Berdasarkan rilis resmi Komando Operasi Gabungan Irak, satu tentara Irak tewas, dua terluka, dan dua kendaraan militer hancur dibom oleh kekuatan udara misterius hingga memaksa sisa unit memilih mundur teratur. Anehnya, petinggi keamanan di Baghdad justru terkesan menutup-nutupi kejadian ini. Dua pejabat senior membisikkan bahwa upaya mereka untuk mengusut tuntas insiden tersebut berulang kali digagalkan oleh para komandan militer tertinggi Irak yang sengaja meremehkan kasus ini di meja rapat.
Secara publik, Komando Operasi Gabungan Irak hanya berani mengumumkan bahwa pasukan "asing" telah menyerang tentara mereka dan melayangkan keluhan normatif ke Dewan Keamanan PBB. Namun, setelah Kepala Staf Angkatan Bersenjata Irak mengonfirmasi ke militer AS bahwa pelaku bukan bagian dari pasukan Paman Sam, Baghdad menyimpulkan secara internal bahwa penyerang mereka adalah militer Israel.
Batu Loncatan Israel Menggempur Iran
Informasi mengenai eksistensi pos militer Israel di Irak ini sejatinya sempat diembuskan oleh pemberitaan sebelumnya. Namun, pejabat Irak belakangan mengonfirmasi kepada media internasional mengenai adanya pangkalan rahasia kedua di sektor gurun yang sama. Pasukan Israel rupanya telah mempersiapkan pangkalan darurat ini sejak akhir 2024 demi memetakan wilayah strategis untuk konflik masa depan, termasuk saat perang 12 hari melawan Teheran pada Juni 2025 lalu.
Pangkalan yang ditemukan al-Shammari ini berfungsi krusial untuk dukungan udara, pengisian bahan bakar jet tempur, serta evakuasi medis guna memotong jarak tempuh armada udara Israel saat membombardir Iran. Ironisnya, terungkapnya pangkalan ini memicu kecurigaan bahwa AS—selaku sekutu utama Baghdad—sengaja main mata dan menyembunyikan aktivitas pasukan Zionis di tanah Irak.
"Ini menunjukkan pengabaian terang-terangan terhadap kedaulatan Irak, pemerintah, dan pasukannya, serta terhadap martabat rakyat kita!" ketus Waad al-Kadu, anggota parlemen Irak yang berang usai menghadiri pengarahan parlemen rahasia terkait pangkalan tersebut.
Skandal Radar: Kedaulatan Irak yang Memalukan
Lebih pelik lagi, dua pejabat keamanan Irak membongkar borok taktik Washington. Dalam konflik yang berkecamuk, AS ternyata memaksa militer Irak untuk mematikan seluruh sistem radar nasional mereka. Langkah sepihak ini dipaksakan demi melindungi pergerakan pesawat AS dan sekutunya di kawasan Timur Tengah. Akibat kebijakan 'buta radar' ini, Baghdad menjadi sangat mandul dan bergantung total pada belas kasihan pasukan AS hanya untuk mendeteksi aktivitas pesawat asing di langit mereka sendiri.
"Sikap para pemimpin keamanan kita sangat memalukan," semprot Waad al-Kadu lagi. Dugaan pembiaran ini diperkuat oleh pengakuan jujur Komandan Pasukan Eufrat Barat militer Irak, Mayor Jenderal Ali al-Hamdani. Ia menyatakan intelijen lapangan sebenarnya sudah mencium aroma kehadiran tentara Israel di gurun tersebut selama sebulan penuh sebelum dilaporkan oleh sang penggembala. "Namun sampai detik ini, pemerintah pusat di Baghdad memilih bungkam," ungkapnya pahit.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Irak masih menutup rapat mulut mereka dan enggan mengakui keberadaan pangkalan Zionis tersebut demi menghindari pergolakan politik domestik yang sensitif. Pasalnya, secara hukum konstitusi, Irak tidak memiliki hubungan diplomatik dan memandang Israel sebagai negara musuh nomor satu. Juru bicara pasukan keamanan Irak, Letnan Jenderal Saad Maan, saat dikonfirmasi hanya memberikan jawaban normatif dan berkilah bahwa pihaknya sama sekali tidak memiliki informasi mengenai titik koordinat pangkalan militer Israel mana pun di tanah Irak.
Artikel Terkait
AHY di Singapura: Hubungan Indonesia-Singapura Tak Sekadar Ekonomi, Tapi Fondasi Kepercayaan dan Kolaborasi Generasi
Defisit APBN per April 2026 Turun ke 0,64 Persen, Kemenkeu Klaim Tepis Kekhawatiran Pasar
KPK Sita Ratusan Juta dari Mantan Staf Ahli Menhub dalam Kasus Korupsi Proyek Kereta Api
Polisi Tangkap Penjambret Ponsel Bocah yang Sedang Rekam Bus Telolet di Ciputat Timur