Tim Jibom Temukan Granat Nanas dan Proyektil Modifikasi saat Sterilisasi Lokasi Ledakan di Biak

- Selasa, 02 Juni 2026 | 03:50 WIB
Tim Jibom Temukan Granat Nanas dan Proyektil Modifikasi saat Sterilisasi Lokasi Ledakan di Biak
PARADAPOS.COM - Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua menemukan satu granat nanas yang telah dimodifikasi saat melakukan penyisiran dan sterilisasi awal di lokasi ledakan di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Senin, 1 Juni 2026. Ledakan tersebut diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II. Selain granat, petugas juga menemukan dua proyektil yang amunisinya telah diambil dengan cara digerinda. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa masih ada material berbahaya lain di area sekitar.

Proses Sterilisasi dan Temuan Baru

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, dalam rilis resminya menyatakan bahwa seluruh temuan langsung diamankan untuk mencegah potensi bahaya yang mengancam keselamatan masyarakat maupun personel yang masih bertugas di lokasi. Proses sterilisasi dan penyisiran lanjutan pun akan terus dilakukan secara menyeluruh. “Karena itu, proses sterilisasi dan penyisiran lanjutan akan terus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi benda berbahaya yang tersisa,” ujar Kombes Cahyo pada Selasa, 2 Juni 2026.

Tiga Korban Masih dalam Pencarian

Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Papua tiba di Kabupaten Biak Numfor pada Senin sore. Begitu tiba, tim yang dipimpin oleh Wakil Komandan Batalyon A Gegana Sat Brimob Polda Papua, AKP Sem Hanasbey, langsung bergabung dengan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, serta Pemerintah Daerah. Langkah pertama mereka adalah menuju Mapolres Biak Numfor untuk menerima paparan situasi dari Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, sebelum bergerak ke lokasi kejadian. Dalam arahannya, Kapolres Biak Numfor menekankan pentingnya proses sterilisasi untuk mendukung pencarian tiga korban yang hingga kini masih belum ditemukan. Ia berharap sterilisasi berjalan maksimal agar pencarian dapat dilakukan dengan aman. “Kami berharap proses sterilisasi dapat berjalan maksimal sehingga pencarian korban yang masih belum ditemukan dapat dilakukan dengan aman. Setiap temuan benda mencurigakan atau material peledak agar diberikan penanda sehingga memudahkan tim gabungan dalam melakukan evakuasi dan pencarian,” jelas Kapolres. Sementara itu, Wadanki Brimob Kompi 4 Batalion A, IPTU Hidayatullah Bauw, menegaskan bahwa area lokasi ledakan harus tetap steril. Masyarakat dilarang keras memasuki area tersebut selama proses pemeriksaan berlangsung. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area yang telah dipasangi garis polisi karena masih berpotensi membahayakan keselamatan. Tim Jibom akan terus melakukan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh,” pesannya.

Kondisi Lapangan dan Imbauan Keselamatan

Berdasarkan informasi yang diterima tim di lapangan, kawasan sekitar lokasi ledakan diketahui memiliki sejumlah bunker dan lubang peninggalan masa perang. Kondisi ini membuat proses sterilisasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati menggunakan peralatan khusus dan sesuai standar penanganan bahan peledak. Setiap sudut area diperiksa secara saksama untuk memastikan tidak ada material berbahaya yang terlewat. Polda Papua mengimbau masyarakat untuk tidak menyentuh, memindahkan, atau membongkar benda-benda yang dicurigai sebagai sisa peninggalan perang. Jika menemukan benda mencurigakan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada kepolisian terdekat agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki keahlian khusus. “Sterilisasi akan terus dilakukan hingga seluruh lokasi dinyatakan aman, sehingga proses pencarian korban dan penanganan pasca kejadian dapat berjalan dengan optimal,” tutup Kombes Cahyo.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar