PARADAPOS.COM - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang Peru pada Sabtu malam, 18 Juli 2026, menewaskan sedikitnya lima orang. Berdasarkan data dari European Mediterranean Seismological Centre (EMSC), pusat gempa berada sekitar tujuh kilometer di selatan Chupaca pada kedalaman 22 kilometer. Guncangan terjadi pukul 21.24 waktu setempat dan dirasakan luas di sejumlah kota, dengan dampak paling parah dilaporkan di wilayah Pumpunya.
Dampak Terparah di Pumpunya dan Sekitarnya
Wilayah Pumpunya menjadi daerah yang paling terdampak. Puluhan rumah dilaporkan roboh, dan warga setempat menyebut adanya korban yang sempat terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Guncangan juga terasa jelas di Huancayo, Concepción, Jauja, serta sejumlah kota di Lembah Mantaro. Dalam kondisi gelap akibat pemadaman listrik, banyak warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Korban Jiwa dan Proses Evakuasi
Dua korban jiwa pertama dilaporkan berasal dari kawasan Pumpunya di Distrik Chongos Bajo. Tak lama setelah itu, polisi, petugas pemadam kebakaran, dan tim medis langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pencarian. Otoritas setempat kemudian memperbarui jumlah korban meninggal menjadi lima orang, seraya memperingatkan bahwa angka tersebut masih berpotensi bertambah.
Menurut laporan media lokal, sedikitnya tiga gempa susulan telah terjadi setelah guncangan utama. Selain korban jiwa, sejumlah ternak juga dilaporkan mati akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Bangunan Bersejarah Runtuh
Gempa ini juga menyebabkan runtuhnya Cani Cruz, sebuah bangunan batu bersejarah berusia sekitar 500 tahun yang berada di pusat Chongos Bajo. Selama ini, struktur tersebut menjadi tujuan ziarah tahunan yang menempuh jarak sekitar 20 kilometer dari Huancayo menuju Chongos Bajo. Kehilangan bangunan bersejarah ini menjadi duka tersendiri bagi masyarakat setempat.
Pendataan Kerusakan Berlanjut
Sementara itu, tim Manajemen Risiko Bencana mulai melakukan pendataan terhadap kerusakan yang terjadi. Mereka mencatat dampak pada rumah-rumah warga, fasilitas umum, infrastruktur kesehatan, fasilitas pendidikan, jalan lokal, serta sektor peternakan. Proses pendataan ini diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai skala kerusakan dan kebutuhan bantuan yang mendesak.
Editor: Yuli Astuti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KPK Pastikan Status Mahasiswa Baru Unsoed Tak Terdampak Kasus Dugaan Pemerasan
KJRI Houston Putar Perdana Film Animasi Jumbo untuk Rayakan HUT ke-81 RI
Polisi Tembus Tujuh Titik Terisolir di NTT Usai Gempa, Distribusi Bantuan Terhambat Medan Ekstrem
Manchester United Sepakati Transfer Carlos Baleba dari Brighton Senilai Rp1,5 Triliun