Airlangga dan Mendag China Bahas Penguatan Kemitraan Ekonomi, Dorong Realisasi Investasi Rp37 Triliun

- Minggu, 19 Juli 2026 | 06:25 WIB
Airlangga dan Mendag China Bahas Penguatan Kemitraan Ekonomi, Dorong Realisasi Investasi Rp37 Triliun
PARADAPOS.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao di Shanghai pada Jumat, 17 Juli 2026. Pembahasan utama mencakup penguatan kemitraan ekonomi strategis kedua negara, mulai dari perdagangan, investasi, pengembangan kawasan ekonomi, ekonomi digital, energi terbarukan, hingga kerja sama ekonomi regional. Hingga saat ini, sebanyak 30 Nota Kesepahaman telah ditandatangani dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp37,1 triliun.

Kerangka TCTP dan Komitmen Investasi

Dalam kerangka Two Countries Twin Parks (TCTP), Indonesia dan China telah membangun berbagai kerja sama antara kawasan ekonomi dan industri, pemerintah daerah, serta pelaku usaha kedua negara. Kolaborasi ini tidak hanya bersifat simbolis, melainkan sudah mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan. "Kami juga membahas mengenai MoU yang sudah ditandatangani beberapa waktu yang lalu yang investasinya sekitar US$2,5 miliar [Rp44,8 triliun asumsi kurs Rp17.921 per dolar AS]," ujar Airlangga dalam konferensi pers daring beberapa waktu lalu. Airlangga menekankan pentingnya menindaklanjuti berbagai Nota Kesepahaman tersebut menjadi proyek investasi yang konkret. Menurutnya, pembentukan joint venture antara pelaku usaha Indonesia dengan China perlu terus didorong guna mempercepat implementasi berbagai kerja sama dalam kerangka TCTP. "Kami juga mendorong pembentukan joint venture agar kerja sama TCTP dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih konkret," tuturnya.

Perluasan Kawasan Mitra dan Dukungan Perusahaan China

Indonesia turut mengusulkan perluasan kawasan yang dapat menjadi mitra dalam kerangka TCTP. Langkah ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama industri, memperkuat konektivitas antar kawasan, serta memperluas manfaat investasi bagi berbagai wilayah di Indonesia. Pemerintah Indonesia juga mengharapkan dukungan Kementerian Perdagangan China untuk mendorong keterlibatan perusahaan China sebagai investor, mitra strategis, maupun co-developer dalam pengembangan kawasan industri dan komersial di Tanah Air.

Penyelarasan Perdagangan dan Peran Danantara

Pembahasan lainnya adalah terkait upaya penyelarasan perdagangan dan penguatan investasi. Indonesia mendorong peningkatan dan penyelarasan nilai perdagangan bilateral agar memberikan manfaat yang semakin seimbang bagi kedua negara. Upaya tersebut dapat ditempuh melalui perluasan akses pasar bagi produk Indonesia, peningkatan ekspor produk bernilai tambah, penguatan hilirisasi, serta pengembangan investasi yang berorientasi ekspor. Dalam konteks tersebut, Danantara Indonesia diharapkan dapat berperan sebagai mitra strategis dalam mendorong masuknya investasi berkualitas, memperkuat kapasitas produksi nasional, dan mengembangkan proyek-proyek prioritas bersama investor China.

Energi Terbarukan dan Agenda Regional

Pada sektor energi, Airlangga mengundang perusahaan China untuk meningkatkan partisipasi dan investasi dalam mendukung program Presiden Prabowo Subianto terkait pengembangan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt. Ini menjadi salah satu agenda prioritas yang membutuhkan mitra strategis dengan kapasitas teknologi dan pendanaan yang mumpuni. Indonesia juga mengharapkan dukungan China terhadap pembentukan dan penempatan Sekretariat Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) di Indonesia. Selain itu, Airlangga turut menyampaikan dukungan Indonesia terhadap keketuaan China dalam APEC 2026. Menurutnya, prioritas keterbukaan, inovasi, dan kerja sama yang diusung China sejalan dengan agenda penguatan integrasi ekonomi kawasan, transformasi digital, pemberdayaan UMKM, transisi energi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Data Perdagangan dan Investasi yang Menguat

Airlangga mengungkapkan bahwa China telah menjadi mitra perdagangan utama bagi Indonesia. Pada 2025, nilai total perdagangan Indonesia–China mencapai US$154,6 miliar. Selama periode 2021–2025, total perdagangan kedua negara menunjukkan tren pertumbuhan sebesar 7,24%. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya hubungan ekonomi kedua negara sekaligus pentingnya upaya meningkatkan dan menyeimbangkan nilai perdagangan bilateral. Di bidang investasi, China juga menjadi salah satu dari tiga sumber penanaman modal asing terbesar di Indonesia. Pada 2025, realisasi investasi China mencapai hampir US$8,1 miliar atau sekitar 13% dari total investasi asing. Sektor yang paling banyak menarik minat investor China antara lain industri pengolahan, perdagangan, energi, properti, serta transportasi dan pergudangan.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini