Pencurian Rp 1,7 Juta di Bogor Terungkap, Pelaku Ternyata Cucu Korban

- Senin, 29 Juni 2026 | 04:25 WIB
Pencurian Rp 1,7 Juta di Bogor Terungkap, Pelaku Ternyata Cucu Korban

Jakarta - PARADAPOS.COM - Sebuah aksi pencurian di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, yang terekam kamera pengawas dan viral di media sosial, justru mengungkap fakta mengejutkan. Pelaku yang terekam masuk melalui jendela dan menggasak uang tunai Rp 1,7 juta serta sebuah tabung gas pada Sabtu (27/6) sore, ternyata adalah cucu dari pemilik rumah itu sendiri. Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Sonson Sudarsono, membenarkan hal tersebut setelah pihaknya melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian.

Rekaman yang Mengungkap Fakta

Dalam video yang beredar, tampak seorang pria mengenakan jaket dengan gerak-gerik yang tampak familiar di lingkungan rumah. Ia masuk melalui jendela, lalu mondar-mandir di dalam rumah korban. Rekaman itulah yang kemudian menjadi titik terang bagi pihak kepolisian untuk mengidentifikasi pelaku. Dari hasil penyelidikan di lapangan, polisi mendapati bahwa pelaku bukanlah orang asing, melainkan bagian dari keluarga korban sendiri.

Pengecekan Polisi dan Pengakuan Korban

Setelah video tersebut ramai diperbincangkan, Tim Opsnal Polsek Tanah Sareal langsung bergerak. Mereka tidak hanya menelusuri rekaman, tetapi juga mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah tempat dan meminta keterangan dari korban. Dari situ, terkuaklah hubungan kekerabatan antara pelaku dan korban.

"Tim Opsnal Tanah Sareal sudah turun (ke lokasi), hasil cek TKP infonya pelaku cucu korban," kata Kompol Sonson Sudarsono saat dikonfirmasi.

Meski peristiwa ini tergolong serius, korban memilih untuk tidak melanjutkan kasus ini ke jalur hukum. Keputusan tersebut diambil setelah pihak keluarga melakukan musyawarah internal. Alih-alih membuat laporan polisi, korban dan keluarga lebih memilih jalur pembinaan terhadap pelaku yang masih terbilang muda.

"Untuk korban tidak buat laporan, jadi kita lakukan pembinaan," pungkasnya.

Pembinaan sebagai Langkah Restoratif

Langkah kepolisian yang melakukan pembinaan, bukan penahanan, menunjukkan pendekatan yang lebih humanis dalam menangani kasus yang masih dalam lingkup keluarga. Meskipun secara hukum tindakan pencurian tetap melanggar, namun adanya hubungan darah dan tidak adanya laporan dari korban membuat proses hukum tidak dilanjutkan. Polisi memastikan bahwa pelaku tetap mendapatkan arahan agar tidak mengulangi perbuatannya. Suasana di sekitar lokasi kejadian pun disebut telah kembali kondusif, dengan pihak keluarga yang saling menjaga satu sama lain.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar