PARADAPOS.COM - Tanah longsor menerjang permukiman warga di Desa Kuta Timur, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Aceh, pada Sabtu, 27 Juni 2026, pukul 18.00 WIB. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam durasi cukup lama. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu warga mengalami luka berat dan telah dirujuk ke rumah sakit di Banda Aceh, sementara dua warga lainnya mengalami luka ringan dan masih menjalani perawatan di RSUD Kota Sabang. Dampak bencana ini juga memaksa dua kepala keluarga (KK) untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Hujan Deras Picu Longsor di Wilayah Perbukitan
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resminya pada Minggu, 28 Juni 2026, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi menjadi pemicu utama longsor. Material tanah dan bebatuan dari perbukitan di sekitar pemukiman tiba-tiba bergerak turun, menghantam sejumlah rumah warga yang berada di lereng.
“Satu warga dilaporkan mengalami luka berat dan telah dirujuk ke Banda Aceh,” ungkap Abdul Muhari.
Evakuasi dan Penanganan di Lokasi Bencana
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sabang bersama pemerintah desa setempat langsung bergerak cepat melakukan asesmen dan evakuasi korban. Di lapangan, suasana masih terlihat sibuk saat petugas berkoordinasi dengan warga untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun.
“Wilayah terdampak berada di Desa Kuta Timur, Kecamatan Sukakarya,” jelasnya.
Proses pembersihan material longsor pun dilakukan secara gotong royong oleh petugas gabungan dan masyarakat setempat. Mereka bekerja bahu-membahu mengangkut lumpur dan puing-puing yang menutupi akses jalan serta area permukiman.
Kondisi Terkini dan Upaya Pemulihan
Hingga saat ini, BPBD Kota Sabang terus memantau perkembangan situasi di lokasi bencana. Tim juga menyiagakan peralatan berat untuk mempercepat proses pembersihan jika diperlukan. Warga yang mengungsi sementara waktu ditempatkan di lokasi yang aman dan mendapatkan bantuan logistik dari pemerintah setempat.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor untuk tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi. Langkah antisipatif seperti mengenali tanda-tanda pergerakan tanah dan segera melapor ke petugas jika menemukan indikasi bahaya sangat ditekankan demi keselamatan bersama.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Dua Remaja di Kupang Ditangkap Usai Lempar Batu ke Pikap, Sopir Tewas
SIEXPO 2026 di Riau Siapkan Booth Khusus UMKM, Targetkan 8.000 Pengunjung
Ratusan Ribu Warga Padati Jalan Sehat HUT ke-344 Bandar Lampung, Hadiah Utama Rumah dan Mobil
Lebih dari 1.000 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas Ekstrem di Eropa Barat, Prancis Paling Terdampak