PARADAPOS.COM - Sebanyak 359 jamaah haji dari Kelompok Terbang (Kloter) 17 Debarkasi Banjarmasin tiba di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, pada Minggu sore sekitar pukul 15.00 Wita, menandai gelombang kepulangan jamaah asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dari Tanah Suci. Mereka disambut di asrama haji Kota Banjarbaru sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing.
Rombongan dari Berbagai Daerah
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banjarmasin, H Eddy Khairani, mengungkapkan bahwa mayoritas jamaah Kloter 17 berasal dari Kabupaten Barito Kuala, yakni sebanyak 292 orang. Sisanya terdiri dari 52 orang dari Kota Banjarmasin, empat orang dari Kotabaru, masing-masing dua orang dari Tabalong dan Hulu Sungai Utara (HSU), serta satu orang dari Tanah Bumbu.
“Ditambah enam orang petugas haji,” ujar Eddy saat ditemui di lokasi.
Kondisi Jamaah dan Fasilitas Kesehatan
Suasana di asrama haji tampak sibuk namun teratur. Para jamaah yang baru tiba terlihat kelelahan setelah perjalanan panjang, namun sebagian besar masih tampak bersemangat. Eddy menjelaskan, ada 12 jamaah yang memerlukan bantuan kursi roda. Meski demikian, kondisi kesehatan mereka secara umum dinilai cukup baik.
“Alhamdulillah, mereka dalam keadaan stabil dan bisa langsung mengikuti proses pemulangan,” jelasnya.
Perjalanan Pulang dan Transportasi
Kepulangan jamaah Kloter 17 ini melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah, Arab Saudi. Setelah tiba di tanah air, mereka mengikuti acara penyambutan singkat di asrama haji dan dijamu makan sebelum akhirnya dipulangkan ke daerah masing-masing. Pemerintah kabupaten dan kota telah menyiapkan transportasi untuk mengantar mereka pulang.
Dengan kedatangan Kloter 17, total jamaah haji Debarkasi Banjarmasin yang sudah kembali ke tanah air mencapai 6.089 orang. Tahun ini, Embarkasi Banjarmasin memberangkatkan total 19 kloter, terdiri dari 14 kloter asal Kalimantan Selatan dan lima kloter dari Kalimantan Tengah, dengan jumlah keseluruhan jamaah calon haji sebanyak 6.804 orang.
“Masih ada dua kloter di Tanah Suci,” ungkap Eddy menambahkan.
Artikel Terkait
Rembug Warga NU Rumuskan Sembilan Agenda Strategis untuk Perkuat Tata Kelola dan Independensi Organisasi
Tim SAR Venezuela Evakuasi Wanita dan Bayi 9 Bulan dari Reruntuhan Tiga Hari Pasca Gempa Dahsyat
Bank Sumut Perluas Sistem Pajak Digital QRESTO ke Deli Serdang, Jadi Kabupaten Pertama di Indonesia
Medan Resmi Jadi Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding dan Penggerak Ekonomi Daerah