PARADAPOS.COM - Setahun setelah Danantara Indonesia resmi beroperasi sebagai pengelola aset BUMN, sejumlah perusahaan pelat merah mencatatkan perbaikan kinerja keuangan yang signifikan. Peningkatan laba terjadi di berbagai sektor, mulai dari perbankan, energi, pupuk, manufaktur, hingga logistik. CEO Danantara Indonesia yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa kekuatan BUMN tidak semata-mata diukur dari besarnya aset atau laba, melainkan juga dari kontribusinya terhadap pembangunan nasional.
Kapitalisasi Bank Himbara Tembus Rp1.100 Triliun
Rosan menjelaskan, kapitalisasi pasar gabungan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) saat ini telah mencapai sekitar Rp1.100 triliun. Angka tersebut setara dengan sekitar 10 persen dari total kapitalisasi pasar seluruh perusahaan di Indonesia.
"Bank Himbara itu kurang lebih nilainya sekitar Rp1.100 triliun, yang mencerminkan 10 persen dari nilai seluruh capital market atau seluruh nilai perusahaan Indonesia. Perbankan juga semata-mata tidak hanya mengejar dari segi laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya ke masyarakat, ke rakyat dalam bentuk pemberian persamaan kesempatan dari segala lapisan, dari UMKM, komersial maupun korporasi," ujar Rosan, dikutip Rabu, 1 Juli 2026.
Kinerja Moncer di Sektor Energi dan Pupuk
Sepanjang periode April 2025 hingga April 2026, sejumlah BUMN membukukan pertumbuhan laba yang cukup impresif. PT Pupuk Indonesia, misalnya, berhasil meningkatkan laba konsolidasi dari Rp1,59 triliun menjadi Rp4,82 triliun. Sementara itu, PT Pertamina (Persero) juga mencatatkan kenaikan laba konsolidasi yang signifikan, dari Rp13,9 triliun menjadi Rp24,97 triliun. Perbaikan kinerja serupa turut terjadi pada sejumlah perusahaan di sektor lainnya.
Krakatau Steel dan BUMN Lain Berhasil Balikkan Kerugian
Transformasi yang lebih dramatis terlihat pada beberapa BUMN yang sebelumnya berada dalam posisi merugi. PT Krakatau Steel berhasil membalikkan keadaan dari kerugian Rp981 miliar menjadi laba Rp635 miliar. Keberhasilan ini seiring dengan upaya penurunan utang perusahaan dari sekitar USD1,7 miliar menjadi USD1,1 miliar.
PT Danareksa juga mencatat perbaikan signifikan, dari rugi Rp72 miliar menjadi laba Rp43 miliar. Di sektor farmasi, PT Kimia Farma membukukan laba Rp108 miliar setelah sebelumnya merugi Rp160 miliar. Perbaikan juga terjadi pada PT Len Industri yang beralih dari rugi Rp228 miliar menjadi laba Rp314 miliar, serta PT Semen Indonesia yang mencatatkan kenaikan dari rugi Rp66 miliar menjadi laba Rp106 miliar.
Pembiayaan Produktif Jadi Kunci Ke Depan
COO Danantara Indonesia yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menekankan bahwa perbaikan kinerja yang telah dicapai harus diikuti dengan peningkatan pembiayaan ke sektor-sektor produktif.
"Perbankan BUMN memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dukungan pembiayaan harus terus diarahkan kepada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Dony.
Menurut dia, pembiayaan untuk sektor manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, pembangunan infrastruktur, hingga UMKM perlu terus diperkuat. Semua itu, lanjutnya, harus dilakukan dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko yang baik.
Daya Saing Harus Dibangun Lewat Profesionalisme
Pandangan serupa disampaikan Anggota Komisi VI DPR, Asep Wahyuwijaya. Menurut dia, daya saing BUMN harus dibangun melalui profesionalisme, kualitas layanan, dan tata kelola perusahaan yang baik.
"Kita tentu ingin BUMN terus tumbuh dan mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan kelas dunia. Tetapi pertumbuhan itu harus dibangun melalui kemampuan sendiri, kualitas layanan, dan kinerja yang unggul, bukan dengan budaya meminta perlakuan khusus," kata Asep.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pemprov Sumut Perketat Pengawasan Truk ODOL di Galang Demi Lindungi Jalan Baru Rp17 Miliar
Kemhan Pangkas Pelatihan Bela Negara Peserta SPPI Jadi Dua Minggu, Fokus pada Manajerial Koperasi
Indonesia dan Malaysia Percepat Pembukaan Jalur Laut RoRo Batam-Johor, Perkenalkan Sistem Integrasi Data Perbatasan
BNPB Kerahkan Dua Helikopter Water Bombing Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin