Gempa Kembar Guncang Venezuela, Korban Jiwa Tembus 1.900 Orang dan 41.000 Lebih Hilang

- Rabu, 01 Juli 2026 | 20:50 WIB
Gempa Kembar Guncang Venezuela, Korban Jiwa Tembus 1.900 Orang dan 41.000 Lebih Hilang
PARADAPOS.COM - Seminggu setelah dua gempa bumi dahsyat berturut-turut mengguncang Venezuela, jumlah korban jiwa resmi telah menembus angka 1.900 orang. Tim penyelamat dari dalam negeri dan luar negeri masih berjibaku di lapangan, memusatkan upaya untuk menjangkau korban yang terjebak di bawah tumpukan reruntuhan bangunan. Rekaman drone yang diambil pada Selasa, 30 Juni 2026, memperlihatkan proses evakuasi masif di kawasan Caraballeda, negara bagian La Guaira. Di lokasi tersebut, alat berat seperti ekskavator dikerahkan tanpa henti untuk memindahkan puing-puing beton dan baja dari struktur bangunan yang hancur total.

Lebih dari 41 Ribu Orang Masih Hilang

Proses penggalian dan evakuasi terus dipacu secepat mungkin. Tim di lapangan memperkirakan masih banyak jenazah dan korban selamat yang tertimbun di bawah reruntuhan gedung. Hingga berita ini diturunkan, tercatat lebih dari 41.000 orang masih dinyatakan dalam pencarian. “Kami bekerja melawan waktu. Setiap detik sangat berharga untuk menyelamatkan mereka yang masih mungkin bertahan,” ujar seorang koordinator tim penyelamat di lokasi kejadian. Selain evakuasi, bencana alam ini juga melumpuhkan infrastruktur esensial, terutama sektor kesehatan. Tim medis harus berjuang keras menyelamatkan nyawa para korban luka di tengah kondisi rumah sakit yang rusak parah dan kekurangan tenaga kesehatan. Otoritas setempat menyatakan bahwa sistem perawatan kesehatan Venezuela yang memang terbatas kini tengah diupayakan beroperasi dengan kapasitas maksimal.

Pengungsian Darurat yang Membeludak

Kerusakan fisik yang masif akibat guncangan gempa kembar ini juga menyebabkan lebih dari 15.000 warga kehilangan tempat tinggal. Kondisi para penyintas semakin memprihatinkan. Kapasitas tenda pengungsian darurat sudah tidak memadai untuk menampung seluruh korban. Akibatnya, ribuan warga terpaksa bermalam di dalam kendaraan mereka, di area taman, dan ruang terbuka lainnya. Mereka bertahan di tengah ketidakpastian proses pemulihan pascabencana yang masih jauh dari kata selesai.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar