PARADAPOS.COM - Kim Yo-jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang selama ini dikenal memiliki pengaruh besar di lingkaran kekuasaan Pyongyang, menegaskan kembali sikap keras negaranya terkait program nuklir. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu, 7 Juni 2026, ia menyatakan bahwa status Korea Utara sebagai kekuatan nuklir sama sekali tidak dapat ditawar. Pernyataan ini muncul hanya sehari sebelum kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Pyongyang yang dijadwalkan berlangsung pada 8-9 Juni 2026.
Pernyataan Tegas Menjelang Kunjungan Xi Jinping
Kim Yo-jong menyampaikan pernyataan tersebut melalui Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada hari Minggu. Ia menekankan bahwa Pyongyang tidak akan mentolerir ancaman apa pun dari pihak manapun. “Status kami sebagai kekuatan nuklir sama sekali tidak dapat dinegosiasikan,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip oleh kantor berita Yonhap Korea Selatan.
“Program senjata nuklir Korea Utara sama sekali tidak dapat dinegosiasikan,” tambahnya, menegaskan kembali sikap yang sudah lama menjadi pijakan utama diplomasi Pyongyang.
Latar Belakang Kunjungan dan Respons Internasional
Beijing dan Pyongyang secara resmi mengumumkan pada hari Jumat bahwa Xi Jinping akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Utara selama dua hari. Kunjungan ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah ketegangan yang masih membayangi Semenanjung Korea.
Sebelumnya, Gedung Putih mengungkapkan bahwa dalam pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Xi Jinping, kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen bersama terhadap denuklirisasi Korea Utara. Namun, hingga saat ini Beijing belum merinci hasil diskusi tersebut secara terbuka. Tiongkok hanya menyatakan bahwa mereka sedang berupaya dengan “caranya sendiri” untuk mencapai “penyelesaian politik” atas masalah nuklir di kawasan.
Sikap Pyongyang yang Tak Bergeming
Di tengah tekanan diplomatik dan sanksi internasional, pernyataan Kim Yo-jong kali ini mempertegas bahwa Pyongyang tidak akan mengubah haluan. Ia mengulangi bahwa Korea Utara tidak akan mentolerir ancaman apa pun, sebuah pesan yang jelas ditujukan kepada Amerika Serikat dan sekutunya.
Dari sudut pandang pengamat di lapangan, pernyataan ini juga bisa dibaca sebagai upaya Pyongyang untuk memperkuat posisi tawarnya menjelang kedatangan tamu penting dari Tiongkok. Dengan nada yang tidak memberi ruang kompromi, Korea Utara seolah ingin memastikan bahwa agenda nuklirnya tidak akan menjadi bahan diskusi yang dapat diganggu gugat.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
PNM Mekaar Layani 22,9 Juta Nasabah Perempuan sebagai Alternatif Pembiayaan Inklusif Tanpa Agunan
Mahasiswi Tewas Usai Motor Tertabrak Truk Gandeng di Jombang
Harga Emas Batangan di Pegadaian Anjlok, UBS 1 Gram Turun Rp104 Ribu
Taspen Mulai Cairkan Gaji ke-13 dan Tunjangan PNS 2026, Harga BBM Pertamina Turun per 1 Juni