PARADAPOS.COM - Sebanyak 50 penyelam menggelar upacara pengibaran Bendera Merah Putih di dasar laut Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Sombu Dive, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Di lokasi terpisah, masih di provinsi yang sama, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua bersama 60 penyelam melakukan aksi serupa di perairan Kolaka Utara. Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan terhadap kemerdekaan yang dilakukan dari kedalaman laut, sebuah tradisi yang telah mengakar kuat di wilayah kepulauan tersebut.
Peringatan kali ini terasa berbeda. Di Sombu Dive, para penyelam tampak kompak membentuk formasi melingkar di dasar laut sambil membentangkan kain merah putih yang membentang luas. Arus bawah laut yang cukup tenang menjadi saksi bagaimana semangat nasionalisme tetap berkobar meski berada di bawah permukaan air. Sementara itu, di Kolaka Utara, Hugua memimpin langsung jalannya upacara dengan khidmat, didampingi para penyelam dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas selam, TNI/Polri, hingga masyarakat sipil.
Makna di Balik Upacara Bawah Laut
Upacara bendera di bawah laut bukan sekadar atraksi wisata atau pencarian sensasi belaka. Bagi masyarakat Wakatobi dan sekitarnya, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kecintaan terhadap tanah air sekaligus cara untuk memperkenalkan kekayaan bawah laut Indonesia ke dunia internasional. Kawasan Taman Nasional Wakatobi sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi penyelaman terbaik di dunia, dengan keanekaragaman hayati laut yang luar biasa.
Para penyelam yang terlibat harus menjalani persiapan matang. Mereka tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis menyelam yang mumpuni, tetapi juga harus memahami protokol keselamatan yang ketat. Pasalnya, membawa bendera besar ke kedalaman tertentu membutuhkan koordinasi dan kekompakan yang tinggi. Setiap gerakan harus disinkronkan agar bendera tetap terbentang sempurna dan upacara dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Antusiasme dan Harapan di Hari Kemerdekaan
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Banyak warga yang sengaja datang ke lokasi untuk menyaksikan momen langka tersebut dari atas perahu. Suasana meriah terasa sejak pagi hari, dengan iring-iringan perahu tradisional yang turut memeriahkan jalannya upacara. Tepuk tangan dan sorak sorai pun pecah saat para penyelam muncul ke permukaan setelah upacara selesai.
“Ini adalah wujud syukur kami atas kemerdekaan yang telah diraih 81 tahun lalu,” ujar salah satu koordinator penyelam di Sombu Dive, sesaat setelah kembali ke daratan. “Kami ingin menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak mengenal batas, bahkan di kedalaman laut sekalipun,” lanjutnya dengan napas masih sedikit terengah-engah.
Hal senada diungkapkan oleh Wakil Gubernur Hugua seusai memimpin upacara di Kolaka Utara. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa. “Kita tidak hanya merayakan kemerdekaan di darat, tetapi juga di laut yang merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Indonesia,” tuturnya di hadapan para peserta upacara.
Lebih jauh, Hugua berharap kegiatan serupa dapat terus dilestarikan dan menjadi agenda tahunan. Ia menilai, upacara bawah laut memiliki daya tarik tersendiri yang mampu mengundang wisatawan mancanegara untuk datang ke Sulawesi Tenggara. Hal ini tentu berdampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata bahari.
Dari sisi penyelenggaraan, panitia mengaku telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Pengecekan kondisi cuaca dan arus laut dilakukan beberapa hari sebelum acara. Selain itu, tim medis dan peralatan penyelaman cadangan juga disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Persiapan yang cermat ini menjadi bukti bahwa kegiatan tersebut tidak hanya mengedepankan nilai seremonial, tetapi juga aspek keselamatan peserta.
Perayaan HUT ke-81 RI tahun ini memang terasa istimewa dengan adanya upacara di dua titik berbeda di Sulawesi Tenggara. Meskipun digelar di bawah laut, esensi peringatan kemerdekaan tetap terjaga dengan baik. Semangat para penyelam yang rela menahan dinginnya air laut demi menghormati jasa para pahlawan menjadi cermin bahwa kecintaan terhadap Indonesia tidak pernah surut oleh waktu dan keadaan.
Artikel Terkait
Bruno Fernandes Prioritaskan Bertahan di Manchester United, Buka Negosiasi Kontrak Baru di Tengah Godaan Galatasaray
Samsat Keliling Polda Metro Jaya Beroperasi di 14 Titik Hari Ini, Catat Lokasi dan Jam Layannya
Puluhan Pendaki Kibarkan Bendera Merah Putih 30 Meter di Puncak Gunung Kerinci
“Merdeka” 81 Tahun, Refleksi: Bebas dari Penjajahan tapi Belum Tentu Bebas dari Ketakutan dan Kebencian