Remaja Papua Neeltje Werimon Jadi Pembawa Baki dalam Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI

- Senin, 17 Agustus 2026 | 14:25 WIB
Remaja Papua Neeltje Werimon Jadi Pembawa Baki dalam Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI

PARADAPOS.COM - Nama Neeltje Deliana Insjowi Werimon mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah dirinya dipercaya sebagai pembawa baki dalam Upacara Penurunan Bendera Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026, di Istana Merdeka, Jakarta. Remaja asal Jayapura, Papua, ini merupakan bagian dari Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bertajuk "Indonesia Adil Makmur" yang mengemban tugas sakral tersebut. Kehadirannya dalam formasi utama upacara pun menarik perhatian publik yang ingin tahu lebih jauh tentang sosok di balik tugas penting ini.

Dalam upacara yang berlangsung khidmat itu, Neeltje berdiri tegak di barisan terdepan, memegang baki berisi bendera pusaka. Tugasnya memang spesifik: membawa baki, sebuah peran yang menuntut ketenangan dan presisi tinggi di hadapan ribuan pasang mata. Momen itulah yang kemudian memicu rasa penasaran warganet terhadap latar belakang dan perjalanan hidupnya.

Mengenal Lebih Dekat Neeltje Deliana

Gadis kelahiran Jayapura, 15 Mei 2010, ini memiliki nama lengkap Neeltje Deliana Insjowi Werimon. Ia adalah putri dari pasangan Aiwoseinden Hendrik Werimon dan Steffi Edithy Florence Awon. Meski usianya masih belasan tahun, kepercayaan besar yang diberikan kepadanya sebagai pembawa baki menunjukkan kapasitas dan kedisiplinannya yang telah teruji.

Dari catatan Kesbangpol Kota Jayapura, Neeltje tercatat sebagai pelajar aktif di SMA Negeri 8 Jayapura. Namun, perjalanan pendidikannya tidak linear. Sebelum menetap di Indonesia, ia sempat mengenyam pendidikan di Amerika Serikat. Pengalaman lintas negara itu kemudian berlanjut ketika ia kembali ke Tanah Air dan melanjutkan studi di SMP YPJ Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Setelah lulus, barulah ia menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 8 Jayapura hingga saat ini.

Di lingkungan sekolah, Neeltje bukan sekadar siswa biasa. Ia pernah dipercaya memimpin organisasi siswa sebagai Ketua OSIS. Peran tersebut kerap menjadi batu loncatan bagi siswa untuk mengasah jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab, dua hal yang tampaknya menjadi bekal berharganya di Paskibraka.

Yang menarik, latar belakang Neeltje disebutkan cukup beragam. Ia memiliki garis keturunan dari Papua, Maluku, Sunda, dan Belanda. Perpaduan budaya ini mungkin turut membentuk karakternya yang tenang namun tegas, terlihat dari caranya menjalankan tugas di Istana Merdeka.

Keberhasilan Neeltje melangkah hingga ke Istana Merdeka tentu bukan kebetulan belaka. Kerja keras dan dedikasinya selama masa seleksi dan latihan membuahkan hasil manis. Ia berhasil mewakili Jayapura, Papua, dalam misi pengibaran dan penurunan bendera pusaka, sebuah kebanggaan tersendiri bagi daerah asalnya.

Menjadi bagian dari Paskibraka nasional adalah impian banyak pelajar. Bagi Neeltje, kepercayaan yang diembannya ini menjadi bukti nyata bahwa anak muda dari daerah timur Indonesia mampu bersaing dan tampil gemilang di panggung nasional. Namanya kini tercatat dalam sejarah sebagai salah satu petugas penting dalam upacara peringatan kemerdekaan ke-81.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar