Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Gelar Donor Darah & Pendidikan Politik di HUT ke-17
Perempuan Indonesia Raya (PIRA) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 dengan menggelar kegiatan donor darah dan pendidikan politik. Acara yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ini menegaskan komitmen nyata organisasi dalam aksi sosial dan pendidikan politik yang membumi bagi para kader perempuannya.
Ketum PIRA: Donor Darah adalah Bagian dari Pendidikan Politik
Kegiatan yang diselenggarakan di Kantor Pusat DPP Partai Gerindra ini dihadiri oleh pengurus dan kader PIRA dari berbagai daerah. Ketua Umum PP PIRA, Novita Wijayanti, menegaskan bahwa acara ini bukan hanya sekadar simbolis, melainkan bagian dari proses pendidikan politik yang aplikatif.
Novita menjelaskan, "Donor darah ini juga merupakan bagian dari pendidikan politik, karena ini adalah wujud bakti nyata kita kepada sesama." Ia menambahkan bahwa kegiatan sosial semacam ini mencerminkan semangat gotong royong sebagai nilai inti PIRA.
Dukungan dari Kesira: Darah yang Disumbangkan Selamatkan Nyawa
Acara ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Kesira (Kesehatan Indonesia Raya). Sekretaris Kesira, Silvi, yang mewakili Ketua Umum Benjamin Octavianus, menyoroti nilai kemanusiaan yang sangat tinggi dari aksi donor darah.
Silvi mengungkapkan, "Darah yang didonorkan dapat membuat seorang ibu kembali memeluk anaknya, seorang pasien bisa pulang ke rumah, dan yang terpenting, nyawa dapat diselamatkan." Pernyataan ini semakin menguatkan dampak positif dari inisiatif yang diambil PIRA.
Memperkuat Peran Perempuan dalam Politik yang Humanis
Secara keseluruhan, rangkaian acara HUT PIRA ke-17 ini berhasil memperkuat peran organisasi dalam mendorong partisipasi aktif perempuan di ranah politik. Momen ini juga menjadi pengingat akan semangat Hari Sumpah Pemuda, bahwa kekuatan bangsa dibangun di atas fondasi persatuan, kepedulian, dan aksi nyata.
Perayaan ini dimaknai sebagai langkah strategis untuk terus memperkuat peran politik perempuan yang tidak hanya berorientasi pada kekuasaan, tetapi juga diwarnai oleh nilai-nilai kemanusiaan dan semangat kebersamaan untuk membangun harapan di tengah masyarakat.
Artikel Terkait
KPK Temukan Percakapan Berpola Timer Hapus di Ponsel Staf yang Terseret OTT Bupati Pemalang
Kuasa Hukum Ruben Onsu Bantah Klaim Sarwendah Tak Pernah Bertengkar di Depan Anak, Tunjukkan Rekaman CCTV
BRIN Peringatkan Super El Nino Agustus 2026 Berpotensi Samai Intensitas 2015
BGN Temukan 414 Rekening Anomali SPPG, Rp311 Miliar Dikembalikan ke Kas Negara