PARADAPOS.COM - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman meninjau langsung pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di SMP Negeri 16 Malang, Jawa Timur, pada Minggu, 14 Juni 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari pengawalan prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya mereka yang berada di desil satu dan dua serta sempat putus sekolah. Dudung menegaskan bahwa program ini adalah prioritas utama dan menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk penyediaan lahan pembangunan gedung sekolah permanen.
Meninjau Langsung Proses Belajar di Sekolah Rintisan
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Dudung Abdurachman menyempatkan diri melihat secara langsung kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 16 Malang. Sekolah ini saat ini difungsikan sebagai lokasi sementara pelaksanaan program sambil menunggu pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang direncanakan di kawasan sekitar. Suasana kelas tampak hidup saat mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu berinteraksi dengan para siswa dan tenaga pengajar.
“Sekolah Rakyat merupakan prioritas utama dari program beliau. Di sini kita lihat anak yang putus sekolah, anak yang karena tidak mampu dari desil satu dan dua, bisa bersekolah di sini,” jelas Dudung melalui keterangan tertulis di Jakarta.
Komunikasi Intensif untuk Pengadaan Lahan
Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah penyediaan lahan untuk pembangunan gedung permanen. Dudung mengungkapkan bahwa pihaknya masih perlu berkoordinasi secara intensif dengan berbagai pemangku kepentingan. KSP berkomitmen untuk mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan dinas-dinas teknis terkait guna mempercepat proses pengadaan aset.
“Saya lihat ini sekolah rintisan. Sekolah rakyatnya nanti akan dibangun di sekitar sini. Masih kita komunikasikan karena ada tanah yang sebetulnya bisa digunakan, tetapi masih punya kelurahan. Nanti saya komunikasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum, ATR/BPN, kemudian Dinas Sosial untuk segera dibangun,” ujar Dudung saat meninjau lokasi.
Dia menambahkan, penyelesaian administrasi lahan harus dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. Langkah ini dinilai krusial agar seluruh proses pembangunan berjalan tertib, akuntabel, dan tidak menimbulkan persoalan regulasi di kemudian hari.
Perkembangan Positif dan Semangat Nasionalisme Siswa
Berdasarkan dialog dengan kepala sekolah dan para pembimbing di lapangan, Dudung memperoleh gambaran mengenai berbagai tantangan di tahap awal program. Meskipun demikian, melalui pembinaan karakter dan moral yang berkelanjutan, para siswa menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Beberapa di antaranya bahkan berhasil meraih prestasi.
“Ini harapan Bapak Presiden, tidak ada lagi anak yang tidak sekolah. Semua mempunyai hak yang sama di dalam menempuh pendidikan,” tutur Dudung.
Suasana haru sempat terlihat saat Dudung mengapresiasi karya lukisan salah satu siswa yang menggambarkan Istana Negara dan Bendera Merah Putih. Menurutnya, karya seni tersebut mencerminkan semangat nasionalisme serta nilai-nilai positif yang tumbuh subur di dalam diri para peserta didik.
Komitmen Pengawasan dan Koordinasi Lintas Sektor
Melalui pengawasan langsung ini, KSP memastikan bahwa Program Sekolah Rakyat berjalan sesuai dengan arahan Presiden. Fokus utamanya adalah menjangkau anak-anak yang menghadapi keterbatasan akses ekonomi. KSP berjanji akan terus mengawal penyelesaian berbagai kendala di lapangan melalui penguatan koordinasi lintas sektor, agar tujuan mulia program ini dapat tercapai secara optimal dan tepat sasaran.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Monas Jadi Primadona Warga Jakarta Berolahraga saat CFD Ditiadakan
BPBD DIY: Status Siaga Merapi Bukan Sekadar Label, Ancaman Lava dan Awan Panas Masih Nyata
Jerman vs Curacao Jadi Laga Perdana Grup E Piala Dunia 2026, Siaran Gratis di TVRI
Ribuan Pendukung Padati Bundaran HI Semarakkan BTN Jakarta International Marathon 2026