Starbucks Global Naik 1%, Dihantui Lonjakan Harga Kopi & Tekanan Margin

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 18:00 WIB
Starbucks Global Naik 1%, Dihantui Lonjakan Harga Kopi & Tekanan Margin

Penjualan Starbucks Naik 1% Secara Global, Tapi Terhantam Margin

Starbucks (SBUX.O) melaporkan kenaikan penjualan sebesar 1 persen secara global pada kuartal pertama 2025. Namun, perusahaan menghadapi tekanan margin akibat lonjakan harga biji kopi yang signifikan.

Performa Pasar Domestik dan Internasional

Di Amerika Serikat, penjualan Starbucks stagnan dengan penurunan kunjungan toko. Sebaliknya, pasar internasional menunjukkan pertumbuhan kuat dengan kenaikan penjualan sebesar 3 persen di toko yang sama, melampaui estimasi analis yang hanya 1,61 persen.

Penyebab Tekanan Margin Starbucks

Harga biji kopi arabika mentah global telah melonjak lebih dari 20 persen tahun ini, menyusul kenaikan 70 persen pada 2024. Faktor utama meliputi kendala pasokan, volatilitas geopolitik, tarif impor, dan isu perubahan iklim yang mempengaruhi produksi kopi global.

Strategi Perusahaan Menghadapi Tantangan

CEO Brian Niccol menyatakan Starbucks akan berhati-hati dalam menaikkan harga tahun depan. Perusahaan telah melakukan berbagai langkah restrukturisasi termasuk:

  • Penutupan 600 gerai berkinerja buruk
  • Penyederhanaan menu dan percepatan layanan
  • Investasi lebih dari setengah miliar dolar untuk jam kerja tambahan

Prospek dan Tantangan Ke Depan

Eksekutif perusahaan memperkirakan tekanan biaya biji kopi akan terus berlanjut setidaknya untuk dua kuartal mendatang. Meskipun manajemen optimis tentang pemulihan penjualan di AS, analis memperingatkan bahwa pemulihan Starbucks mungkin memakan waktu lebih lama dari perkiraan Wall Street.

Performa Pasar China

Di China, pasar terbesar kedua Starbucks, penjualan menunjukkan pertumbuhan 2 persen setelah perusahaan menerapkan strategi penurunan harga untuk produk non-kopi dan menawarkan lebih banyak kustomisasi serta cita rasa lokal.

Starbucks berencana memberikan proyeksi keuangan terbaru pada acara investor bulan Januari, setelah sebelumnya menangguhkan panduan keuangan menyusul pergantian kepemimpinan.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar