Penyidikan Dugaan Korupsi Pemkot Bandung 2025: Wakil Wali Kota Erwin Diperiksa sebagai Saksi
Kejaksaan Negeri Kota Bandung telah meningkatkan status dugaan kasus korupsi penyalahgunaan kewenangan Pemkot Bandung tahun 2025 dari penyelidikan menjadi penyidikan. Proses hukum ini telah berlangsung selama tiga bulan sebelum akhirnya memasuki tahap penyidikan.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, resmi diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini pada Kamis, 30 Oktober 2025. Pemeriksaan berlangsung selama 7 jam, mulai pukul 09.30 WIB hingga 16.30 WIB di Kejari Kota Bandung.
Dokumen dan Barang Bukti Disita
Penyidik Kejari Bandung telah menyita sejumlah dokumen penting dan alat elektronik dari berbagai pihak yang terkait dengan kasus ini. Penyitaan dilakukan untuk mendukung proses penyidikan dugaan korupsi di sektor barang dan jasa Pemkot Bandung.
Kepala Kejari Kota Bandung, Irfan Wibowo, mengonfirmasi perkembangan kasus ini. "Penyelidikan sudah berjalan hampir 3 bulan. Modus yang diduga adalah penindakan dalam bentuk pencegahan terkait penyalahgunaan kewenangan," jelas Irfan di Jakarta, Kamis malam 30 Oktober 2025.
Pemeriksaan Meluas ke PNS dan Swasta
Selain Wakil Wali Kota Erwin, penyidik juga berencana memeriksa sejumlah pihak lainnya, termasuk Pegawai Negeri Sipil dan pelaku usaha swasta. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengumpulkan barang bukti yang lebih komprehensif.
Kasus ini ditangani berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print 4215/M.2.10/FB.2/10/2025 tanggal 27 Oktober 2025. Irfan menyatakan optimisme tim penyidik dalam menyelesaikan kasus ini. "Kami sangat optimis. Pekerjaannya segera selesai, dan kami limpahkan segera ke pengadilan," tegasnya.
Proses hukum ini menjadi perhatian publik mengingat menyangkut dugaan penyalahgunaan kewenangan di pemerintahan kota Bandung tahun 2025.
Artikel Terkait
Polisi London Selidiki Seruan Kematian untuk IDF oleh Rapper dalam Aksi Al-Quds Day
Politikus Golkar Ingatkan WFH PNS Jangan Abaikan Pelayanan Publik
Tujuh Smartphone RAM 8 GB di Bawah Rp2 Juta Siap Dukung Multitasking Lancar
IRGC Klaim Serang Gudang Amunisi AS di UEA, Otoritas Setempat Sebut 90% Serangan Dijatuhkan