PARADAPOS.COM - Seorang anak berusia 13 tahun tewas tenggelam di Sungai Winongo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (13/2/2026) siang. Korban, berinisial BSF, merupakan satu dari tiga anak yang terseret arus deras saat bermain di sekitar area DAM. Dua anak lainnya, berinisial E dan RP (11), berhasil diselamatkan oleh warga yang melihat kejadian tersebut.
Kronologi Kejadian Bermula dari Bermain di Sungai
Peristiwa nahas ini berawal dari sekelompok anak yang bermain di dua lokasi terpisah di Sungai Winongo, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan. Empat anak bermain di aliran sungai kecil, sementara enam lainnya, termasuk ketiga korban, bermain di bagian sungai besar yang berdekatan dengan DAM. Menurut keterangan saksi mata, ketiga korban kemudian bergerak mendekati struktur DAM tersebut.
Di lokasi itulah, diduga kuat arus sungai yang tiba-tiba deras menghanyutkan mereka. Ketiganya langsung tenggelam dan berteriak minta tolong, memicu kepanikan di antara teman-teman mereka yang lain.
Upaya Penyelamatan dan Evakuasi Korban
Respons warga setempat datang dengan cepat. Salah seorang saksi langsung turun ke sungai dan berhasil menolong dua dari tiga korban, yaitu E dan RP. Sayangnya, upaya heroik itu tak mampu menjangkau korban ketiga, BSF, yang sudah terbawa arus hingga ke tengah DAM.
“Dua korban berhasil diselamatkan oleh salah seorang saksi, sedangkan satu korban terbawa arus sampai ke tengah DAM,” jelas Iptu Rita Hidayanto, Kepala Seksi Humas Polres Bantul.
Pencarian segera dilanjutkan oleh tim gabungan yang melibatkan petugas Polres Bantul, BPBD Kasihan, dan PMI Bantul. Operasi penyusuran di area DAM yang berarus deras itu membutuhkan waktu sekitar dua jam sebelum jenazah BSF akhirnya dapat ditemukan.
“Setelah pencarian... sekitar dua jam korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” tutur Rita Hidayanto lebih lanjut.
Hasil Pemeriksaan: Murni Kecelakaan Tenggelam
Setelah dievakuasi, jenazah korban menjalani pemeriksaan mendetail oleh tim Inafis Polres Bantul dan dokter dari Puskesmas 2 Kasihan. Pemeriksaan forensik ini bertujuan mengungkap penyebab pasti kematian dan menyingkirkan kemungkinan lain.
“Dari hasil pemeriksaan... tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dan murni tenggelam,” ungkap Rita Hidayanto, menegaskan kesimpulan tim pemeriksa.
Hasil itu sekaligus mengonfirmasi bahwa insiden ini merupakan kecelakaan tragis. Kejadian ini kembali menyoroti potensi bahaya yang mengintai di daerah aliran sungai, terutama di sekitar struktur seperti DAM, di mana arus air bisa berubah secara tak terduga dan sangat berbahaya bagi anak-anak yang beraktivitas tanpa pengawasan ketat.
Artikel Terkait
Roy Suryo Kritik Pemeriksaan Ulang Jokowi, Polri Sebut Prosedur Biasa
Dompu Tingkatkan Produksi Pangan Tanpa Perluas Lahan ke Hutan
Eksekusi 19 Bangunan di Pangkep Berakhir Ricuh, Warga Berduka di Atas Puing
Mediasi TNI-Polri Selesaikan Kericuhan di Mappi Akibat Miskomunikasi