Roy Suryo Klaim Fufufafa adalah Gibran: Fakta & Bantahan yang Menggemparkan

- Minggu, 02 November 2025 | 17:50 WIB
Roy Suryo Klaim Fufufafa adalah Gibran: Fakta & Bantahan yang Menggemparkan
Roy Suryo Sebut Akun Fufufafa adalah Gibran Rakabuming: Fakta dan Kontroversi

Roy Suryo Sebut Akun Fufufafa adalah Gibran Rakabuming: Fakta dan Kontroversi

Kontroversi akun Kaskus Fufufafa kembali mencuat ke permukaan. Pemerhati telematika Roy Suryo menyoroti ulang kasus ini dalam acara bedah buku Jokowi’s White Paper yang digelar Forum Diaspora Indonesia (FDI) di Sydney, Australia, pada Minggu 2 November 2025.

Akun Fufufafa sebelumnya sempat tenggelam dari perbincangan publik setelah Gibran Rakabuming Raka menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Namun, pernyataan Roy Suryo di forum internasional kembali memicu perdebatan.

Sejarah Kontroversi Akun Fufufafa

Akun Fufufafa dikenal publik karena aktif menuliskan hinaan dan ejekan terhadap sejumlah tokoh politik Indonesia pasca Pemilu Presiden 2014. Berbagai figur nasional menjadi sasaran akun ini, mulai dari Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta keluarganya, hingga artis Syahrini.

Klaim Tegas Roy Suryo di Sydney

Dalam acara tersebut, Roy Suryo dengan tegas menyatakan keterkaitan Gibran Rakabuming Raka dengan akun Fufufafa. "Clear, Fufufafa adalah Gibran," ujar Roy Suryo seperti dikutip dari kanal YouTube Refly Harun, Senin 3 November 2025.

Roy Suryo lebih lanjut mengkritik gaya penulisan akun Fufufafa yang dinilainya sangat kasar, terutama dalam menyerang Prabowo Subianto saat bersaing dengan Joko Widodo dalam kontestasi Pilpres. "Ujaran kebenciannya terhadap Pak Prabowo luar biasa jahat," pungkasnya.

Bantahan Gibran Rakabuming Raka

Sebelumnya, Gibran Rakabuming Raka telah membantah dirinya sebagai pemilik akun Kaskus Fufufafa. Menanggapi pertanyaan wartawan di Solo pada Selasa 10 September 2024, Gibran mengatakan, "Lha mbuh, takono sing nduwe akun (ndak tahu, tanya saja pemilik akun)."

Kasus akun Fufufafa ini terus menjadi perhatian publik, terutama dalam menyoroti etika berdigital dan tanggung jawab para tokoh publik di ruang maya.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar