Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh Rugikan Negara Triliunan, DPR Turun Tangan

- Selasa, 04 November 2025 | 06:50 WIB
Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh Rugikan Negara Triliunan, DPR Turun Tangan

DPR Akan Bahas Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh yang Rugi Triliunan

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti kasus dugaan mark up proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang belakangan diketahui merugi triliunan rupiah.

"Whoosh nanti akan dibahas di komisi terkait dengan pemerintah," kata Puan kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 4 November 2025.

Puan menyatakan bahwa komisi terkait di DPR dan mitra kerjanya akan membahas proyek bermasalah di era Presiden Joko Widodo tersebut secara mendalam.

"Kita akan mengkaji bersama bagaimana secara teknis di pemerintah seperti apa, kemudian bagaimana sikap pemerintah, bagaimana situasi keuangan dulu dan sekarang," tegasnya.

Mantan Menko PMK itu berharap dapat dirumuskan solusi terbaik agar proyek yang merugi triliunan rupiah itu tidak membebani negara lebih lanjut.

Biaya Proyek Kereta Cepat Whoosh

Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh telah beroperasi penuh sejak 2 Oktober 2023. Proyek yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional pada 2016 ini memiliki nilai investasi fantastis mencapai 7,27 miliar dollar AS atau setara Rp 118,37 triliun dengan kurs Rp 16.283 per dollar AS. Angka tersebut sudah termasuk pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar 1,2 miliar dollar AS.

Indikasi Mark Up Proyek KCJB

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiahan mengungkapkan kejanggalan biaya pembangunan Whoosh. Ia membandingkan biaya kereta cepat di China yang hanya 17 hingga 30 juta Dolar AS per km, jauh lebih rendah dibandingkan Indonesia yang menghabiskan 41,96 juta Dolar AS per km.

Sebagai perbandingan, kereta cepat Shanghai-Hangzhou sepanjang 154 km dengan kecepatan maksimum 350 km hanya menghabiskan biaya pembangunan sebesar 22,93 juta Dolar per km. Artinya, biaya Proyek KCJB lebih mahal sekitar 19 juta Dolar AS per km dibandingkan proyek Shanghai-Hangzhou, atau kemahalan sekitar 2,7 miliar Dolar AS.

"Patut diduga, nilai Proyek KCJB yang sangat tinggi tersebut karena penggelembungan, alias markup," tegas Anthony.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler