Eggi Sudjana Tegaskan Tidak Pernah Minta Maaf ke Jokowi Soal Isu Ijazah
PARADAPOS.COM - Tersangka pencemaran nama baik terkait isu ijazah, Eggi Sudjana, secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak pernah meminta maaf kepada mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pernyataan ini menanggapi pertemuannya dengan Damai Hari Lubis di kediaman Jokowi di Solo pada Kamis, 8 Januari 2026.
Klaim tersebut disampaikan oleh pengacara Roy Suryo, Refly Harun. Refly membacakan percakapan WhatsApp antara Eggi Sudjana dan Benny Parapat dalam program televisi Rakyat Bersuara di iNews, Rabu 14 Januari 2026.
"Demi Allah BES (Bang Eggi Sudjana) menolaknya (minta maaf), hingga gagal lah deal tersebut," ujar Refly Harun saat membacakan isi pesan tersebut.
Isi Deal yang Ditolak Eggi Sudjana
Menurut penjelasan Refly, deal yang dimaksud adalah janji dari Jokowi yang menawarkan proyek triliunan rupiah. Syaratnya, Eggi Sudjana harus mau meminta maaf atas kegaduhan yang timbul terkait tuduhan ijazah palsu.
Pertemuan di kediaman Jokowi itu disaksikan oleh dua orang, yaitu seorang polisi aktif dan dua orang relawan Jokowi. Meski demikian, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis bersikukuh menolak untuk meminta maaf.
"Tapi oleh termul digoreng beritanya bahwa BES dan DHL (Damai Hari Lubis) minta maaf," sambung Refly membacakan isi pesan lanjutan.
Alasan Penolakan: Ketidakhadiran Ijazah Asli
Alasan penolakan meminta maaf, seperti dikutip dari pesan tersebut, adalah karena hingga saat ini Jokowi dinilai tidak menunjukkan ijazah aslinya, khususnya ijazah SMA.
"Terutama ijazah SMA. Dan dalam pertemuan tersebut juga tidak ditunjukkan ijazah aslinya. Ini yang paling penting dan mendasar," pungkas Refly mengutip pesan Eggi Sudjana.
Dengan demikian, Eggi Sudjana menyatakan konsistensinya untuk meyakini bahwa Jokowi tidak memiliki ijazah asli, yang menjadi dasar penolakannya untuk meminta maaf meski ada tawaran proyek bernilai besar.
Artikel Terkait
PMI Kukuhkan Sampoerna sebagai Pilar Strategis Global dengan Investasi Miliaran Dolar
Mahasiswa Protes Rencana Impor 105 Ribu Pikap India untuk Kopdes
Pakar Nilai ART dengan AS Cerminkan Kegagalan Negosiasi Tim Ekonomi
Peneliti Bela Keabsahan Ijazah Paket C Ketua BEM UGM yang Vokal Kritik Prabowo