Jokowi Dinilai Sangat Perhitungkan Survei soal Peluang Gibran dan Kaesang di Pilpres 2029

- Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:50 WIB
Jokowi Dinilai Sangat Perhitungkan Survei soal Peluang Gibran dan Kaesang di Pilpres 2029

PARADAPOS.COM - Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lukas Luwarso, mengungkapkan bahwa Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sangat memperhitungkan hasil survei dalam mengambil keputusan politik, termasuk soal peluang anaknya maju di Pilpres 2029. Pernyataan ini ia sampaikan berdasarkan informasi yang ia dengar dari sejumlah orang dekat Jokowi. Lukas menilai, jika elektabilitas Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep rendah, Jokowi kemungkinan besar tidak akan mengusung keduanya.

Pernyataan itu mengemuka di tengah rilisnya survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menempatkan Gibran di posisi keempat. Dalam simulasi tersebut, nama Dedi Mulyadi (KDM) unggul di posisi pertama, disusul Prabowo Subianto di urutan kedua, dan Anies Baswedan di posisi ketiga. Selisih elektabilitas antara Gibran dan Anies pun disebut tipis, tak sampai dua persen.

Jokowi dan Pertimbangan Elektabilitas

Menurut Lukas, Jokowi bukan tipe pemimpin yang memaksakan diri dalam pencalonan keluarga bila dukungan publik tidak memadai. Ia mendengar langsung dari beberapa pihak di lingkaran dekat Jokowi bahwa survei selalu menjadi acuan utama dalam setiap langkah politiknya.

"Tapi nanti kalau pada titik tertentu ya, kalau memang dua anaknya itu enggak punya elektabilitas ya, seplonga-plongonya Jokowi, dia kan masih ada. Saya, yang saya dengar paling enggak, ya, dari beberapa orang dekat, ya, Jokowi itu sangat memperhitungkan itu apa yang disebut survei. Jadi kalau surveinya memang tidak ya, mungkin dia enggak," ujarnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Kamis (6/8).

Pernyataan ini menarik dicermati karena menunjukkan bahwa keputusan politik Jokowi, setidaknya menurut Lukas, tidak semata-mata didasari ikatan keluarga, melainkan juga kalkulasi elektoral yang matang. Hal ini sejalan dengan gaya kepemimpinan Jokowi selama ini yang kerap mengedepankan data dan tren opini publik.

Hasil Survei SMRC: KDM Unggul, Gibran Tertinggal

Dalam survei yang dirilis pada Rabu (29/7/2026) itu, KDM meraih 35,0 persen, disusul Prabowo dengan 14,5 persen, lalu Anies 8,2 persen, dan Gibran 7,7 persen. Angka ini menjadi sorotan karena jarak antara Gibran dan Anies sangat ketat, hanya sekitar setengah persen.

"Gibran dengan Anies perbedaannya enggak besarlah, sudah enggak nyampai 2%," tandasnya.

Metodologi survei tersebut dilakukan pada 5–19 Juli 2026 dengan melibatkan 749 responden di seluruh Indonesia. Pengambilan data menggunakan kombinasi wawancara via telepon (83,8 persen) dan tatap muka langsung (16,2 persen). Margin of error dalam survei ini berada di kisaran standar, sehingga hasilnya dianggap cukup representatif untuk menggambarkan peta persaingan awal menuju Pilpres 2029.

Menariknya, meski elektabilitas Gibran masih di bawah tiga besar, namanya tetap diperhitungkan sebagai salah satu kandidat potensial. Namun, Lukas mengingatkan bahwa situasi politik bisa berubah cepat, dan Jokowi sebagai tokoh senior tentu tidak ingin mengambil risiko besar jika peluang kemenangan anaknya tipis.

Di sisi lain, posisi KDM yang memimpin jauh di atas nama-nama lain menunjukkan bahwa dinamika politik nasional masih sangat cair. Publik tampaknya sedang mencari figur alternatif di luar nama-nama yang sudah mapan, dan hal ini menjadi catatan penting bagi partai politik dalam menentukan arah koalisi ke depan.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar