PARADAPOS.COM -Sistem demokrasi dan hukum di Indonesia saat ini berpihak kepada kepentingan politik tertentu.
Penilaian itu disampaikan mantan Menko Polhukam, Mahfud MD. Menurutnya, mimpi Indonesia Emas tidak akan terwujud jika sistem demokrasi dan hukum tidak dibenahi.
"Jika demokrasi dan hukum tidak dibangun dan ditegakkan secara seimbang, sulit bagi kita membangun Indonesia Emas. Jangan mimpi, jembatan emasnya sudah dicuri," kata Mahfud MD, saat pidato pada pembukaan Sekolah Hukum PDIP, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (14/6).
Dia menganalogikan jembatan emas sebagai hukum di Indonesia, yang saat ini perangkatnya, yaitu institusi hukum, sudah dicuri elite, untuk kepentingan masing-masing.
"Mur-murnya sudah dicuri. Sekarang jembatan emas kita itu sudah dirampas," jelasnya, disambut tawa para calon anggota legislatif dari PDIP.
"Jembatan emas itu istilah Bung Karno," sambungnya.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu juga mengatakan, hukum dan sistem demokrasi di Indonesia jika tidak dirawat dengan baik tidak akan mampu mewujudkan Indonesia Emas.
Sebab itu dia meminta seluruh kader banteng menaruh perhatian besar kepada keutuhan dan kedaulatan bangsa.
"Kemerdekaan, kedaulatan, kebersatuan, tegaknya hukum, dan kemakmuran harus menjadi perhatian saudara, kita semua, ambil bagian di tengah berbagai kesulitan ini," tutupnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Safari Politik Jokowi untuk Dongkrak PSI Dinilai Berpotensi Ganggu Stabilitas Nasional
Pengamat: Ritual Adat Jokowi di Lampung Jadi Strategi Pencitraan untuk Dongkrak PSI
Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung, Pengamat Nilai Tafsir Politik Terlalu Dipaksakan
Pengamat Nilai Peran Jokowi sebagai Dewan Pembina PSI Tak Berdampak Signifikan