PARADAPOS.COM - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggelar kongres pertama di Kota Solo pada bulan Juli 2025.
Kongres ini sangat ditunggu publik, karena menyiratkan suasana misterius.
Bukan hanya siapa calon ketua umum PSI, namun juga busana yang dikenakan peserta.
Informasi yang diterima, seluruh peserta kongres telah mendapat instruksi khusus dari internal partai untuk mengenakan pakaian bernuansa putih dan hitam.
Tentu ini bikin penasaran, ada kesan warna putih hitam tersebut dipakai sebagai bentuk penyambutan kepada sosok tokoh penting yang dikenal kerap mengenakan kombinasi pakaian dengan warna serupa.
Pakaian putih hitam selama ini kerap digunakan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi.
Apakah ini signal Jokowi akan bergabung dengan PSI?
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Sebelas Maret (UNS), Abdul Hakim menyebut akan ada dampak yang sangat signifikan bagi PSI andaikan Jokowi benar-benar bergabung.
"Bergabungnya Jokowi ke PSI itu akan punya dampak yang signifikan. Saya melihat akseptabilitas, pengaruh pak jokowi di Pilpres terakhir, dan bagaimana beliau masih memberikan pengaruhnya ya pasca tak lagi menjabat presiden," ujar Abdul Hakim, dalam podcast, Senin (14/4/2025).
Bahkan kehadiran Jokowi nantinya di tubuh PSI diyakini bisa mengubah peta partai politik di Indonesia.
PSI disebutnya akan naik kelas dan menjadi partai politik kelas menengah.
"Bisa langsung mengubah PSI sampai minimal jadi partai kelas menengah. Seimbang dengan NasDem, mengimbangi Demokrat. Jadi itu memang kekuatan yang luar biasa sekali," katanya.
Namun, bergabungnya Jokowi ke PSI diprediksi tak akan berjalan secara mulus. Banyak tantangan yang harus dilewati.
Termasuk untuk mendapatkan persetujuan para kelompok relawan Jokowi.
Ada anggapan, kata Abdul Hakim, bahwa kelompok relawan Jokowi ini merasa lebih besar daripada parpol, khususnya PSI.
"Jadi pertanyaannya PSI bisa ke sana kalau misalnya bisa diterima juga oleh kelompok relawan Jokowi. Problemnya relawan Jokowi sekarang itu sudah memiliki struktur hingga mekanisme sendiri dan nggak gampang juga diserap parpol," katanya.
Artikel Terkait
AHY Ungguli Gibran & Anies: Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Bocor
Damai Hari Lubis Buka Suara: Alasan Temui Jokowi dengan Eggi Sudjana Bukan untuk Minta Maaf
12 Perusahaan Diduga Picu Bencana Ekologis di Sumatera: Satgas PKH Ungkap Progres Hukum
Pilkada Tidak Langsung vs Suara Rakyat: Analisis Krisis Partai Politik 2026