Harga Emas Bertahan di $4.000: Analisis dan Dampak Data Ketenagakerjaan AS

- Selasa, 04 November 2025 | 00:50 WIB
Harga Emas Bertahan di $4.000: Analisis dan Dampak Data Ketenagakerjaan AS

Harga Emas Stabil di Level $4.000 per Ons, Investor Tunggu Data Ketenagakerjaan AS

Harga emas menunjukkan stabilitas yang kuat dengan bertahan di level sekitar 4.000 Dolar AS per ons. Kondisi ini terjadi di tengah antisipasi pasar menunggu rilis data ketenagakerjaan sektor swasta Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini.

Pasar logam mulia juga memantau perkembangan laporan indeks manufaktur dan jasa ISM untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve. Situasi diperumit dengan penutupan sebagian aktivitas pemerintah AS yang masih menghambat publikasi data ekonomi penting dari Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS).

Performa Harga Emas Terkini

Berdasarkan data terkini, harga emas spot tercatat hampir tidak berubah di posisi 4.002,35 Dolar AS per ons. Sementara itu, harga emas berjangka Amerika untuk kontrak pengiriman Desember justru ditutup menguat 0,4 persen menjadi level 4.014 Dolar AS per ons.

Kinerja Emas Sepanjang 2025

Sepanjang tahun 2025, harga emas telah menunjukkan kinerja luar biasa dengan kenaikan mencapai 53 persen. Meski demikian, harga masih terkoreksi lebih dari 8 persen dari rekor tertinggi yang berhasil dicapai pada 20 Oktober lalu.

Perubahan Kebijakan Pajak Emas di China

Faktor baru yang perlu diperhatikan adalah keputusan China mengakhiri kebijakan pembebasan pajak bagi sebagian pengecer emas. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran dapat memperlambat laju pembelian logam mulia di negara yang merupakan pasar konsumen emas terbesar di dunia.

Harga Logam Mulia Lainnya

Sementara emas stabil, pergerakan harga logam mulia lainnya menunjukkan variasi:

  • Perak melemah 0,8 persen menjadi 48,25 Dolar AS per ons
  • Platinum turun 0,2 persen ke level 1.564,30 Dolar AS
  • Paladium justru menguat 0,4 persen menjadi 1.439,86 Dolar AS

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler