PARADAPOS.COM - Enam mahasiswa Indonesia di Tunisia berhasil menyita perhatian dalam acara buka puasa bersama mahasiswa internasional, "Iftar Jamii Tuwaliyyin", awal Maret lalu. Mereka memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara di hadapan ratusan peserta dari berbagai negara, seperti Maroko, Palestina, dan Suriah, melalui pakaian tradisional dan pertunjukan musik.
Mempererat Silaturahmi di Bulan Ramadhan
Acara yang digelar pada 5 Maret di kawasan Menzah 6, Tunisia, ini bukan sekadar ajang berbuka puasa bersama. Setelah menikmati hidangan iftar, suasana berlanjut menjadi forum diskusi yang hangat. Para mahasiswa saling berbagi pengalaman akademik dan kehidupan sehari-hari mereka selama menimba ilmu di Tunisia, menciptakan jalinan persahabatan yang melintasi batas negara.
Panggung Budaya Nusantara di Tanah Afrika
Sesi pertunjukan budaya menjadi momen yang paling dinanti. Delegasi dari berbagai negara unjuk kebolehan dengan beragam kesenian. Di tengah keramaian itu, delegasi Indonesia tampil dengan identitas yang kental. Mereka mengenakan busana batik dan songkok, lalu menghibur para hadirin dengan melantunkan lagu "Tabola Bale" yang berasal dari Indonesia Timur. Penampilan sederhana namun penuh makna itu berhasil menjadi salah satu sorotan utama acara.
Muhammad Dakhlan Gazali, salah satu perwakilan mahasiswa, menyatakan kebanggaannya bisa terlibat. "Kami bangga mengenakan pakaian tradisional dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada teman-teman dari berbagai negara," ungkapnya.
Antusiasme peserta lain pun terlihat jelas. Seorang mahasiswi asal Tunisia, Khadijah, mengaku sangat terkesan. "Saya sangat takjub dengan budaya Indonesia. Masyarakatnya dikenal ramah dan menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak," tuturnya.
Membangun Jembatan Melalui Diplomasi Budaya
Keikutsertaan dalam acara semacam ini dinilai memiliki dampak yang signifikan. Menurut pengamatan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia, kegiatan lintas budaya semacam ini berfungsi sebagai ruang penting. Bukan hanya untuk mempererat hubungan persaudaraan antar mahasiswa internasional, tetapi juga menjadi bentuk diplomasi budaya yang efektif. Setiap delegasi mendapatkan kesempatan untuk memamerkan kekayaan tradisi negaranya, membuka wawasan, dan memupuk saling pengertian di tengah keberagaman.
Partisipasi aktif para pelajar Indonesia ini menunjukkan bagaimana generasi muda dapat menjadi duta budaya yang andal, bahkan di tengah kesibukan akademik mereka di luar negeri. Melalui langkah-langkah nyata seperti ini, citra Indonesia sebagai bangsa yang ramah dan kaya warisan budaya semakin terpancar ke kancah internasional.
Artikel Terkait
Panglima TNI Instruksikan Status Siaga Satu, Antisipasi Ketegangan Timur Tengah
Menteri Kehutanan Serahkan SK Perhutanan Sosial 560 Hektare untuk 411 KK di Lombok
Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Tetangga, Trump Nilai Kelemahan
Trump Klaim Iran Minta Maaf dan Menyerah ke Tetangga, Klaim Dibantah