Ketimpangan Ritel Modern vs UMKM: Gerbang Tani Soroti Ancaman terhadap Toko Rakyat
Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani) menanggapi pernyataan Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengenai ketimpangan antara pertumbuhan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret dengan daya tahan UMKM dan toko rakyat.
Ketua Umum Gerbang Tani, Idham Arsyad, menyatakan bahwa persoalan ini bukan sekadar sentimen, melainkan realitas struktural yang terjadi di hampir seluruh daerah Indonesia.
"Kami menemukan fakta di lapangan bahwa ekspansi ritel modern berjalan tanpa kendali spasial yang jelas. Warung dan toko rakyat kehilangan ruang hidup, bukan karena kalah bersaing secara niat, tetapi karena sistem yang tidak seimbang," ujar Idham Arsyad di Jakarta, Jumat, 31 Oktober 2025.
Regulasi dan Solusi Mengatasi Ketimpangan Ritel
Gerbang Tani menilai bahwa kekosongan aturan dan lemahnya koordinasi antarinstansi membuat dampak ritel modern terhadap ekonomi rakyat tidak pernah benar-benar diantisipasi.
Organisasi ini mendorong pemerintah pusat mengambil langkah-langkah regulatif dan eksekutif dengan beberapa rekomendasi utama:
- Menyusun regulasi nasional tentang tata ruang dan kepadatan ritel modern yang mencegah penumpukan gerai di sekitar pasar rakyat dan permukiman produktif
- Menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) atau Perpres yang memandatkan minimal 20-30% ruang rak ritel modern diisi produk lokal dan hasil UMKM daerah
- Membangun sistem logistik bersama berbasis BUMN dan koperasi agar produk lokal tidak terbebani ongkos distribusi tinggi
- Memberikan insentif fiskal dan kemudahan izin edar bagi ritel yang bermitra aktif dengan UMKM, terutama di sektor pangan dan produk desa
- Membentuk forum kemitraan nasional ritel-UMKM yang dipimpin oleh Kemenko PM bersama Kemenkop, Kemendag, dan pemerintah daerah
Menciptakan Ekosistem Ekonomi yang Berkeadilan
"Pemerintah harus hadir bukan hanya sebagai regulator, tapi juga sebagai arsitek ekosistem ekonomi baru yang menjamin keseimbangan antara kekuatan modal dan keberlanjutan ekonomi rakyat," tegas Idham.
Gerbang Tani menegaskan bahwa isu ini bukan anti-ritel, tetapi anti-ketimpangan. Ritel modern bisa menjadi motor kemajuan ekonomi rakyat jika diarahkan melalui kebijakan yang jelas, terukur, dan berpihak.
"Yang kita butuhkan bukan permusuhan antara yang besar dan yang kecil, tapi desain pasar yang membuat keduanya tumbuh bersama. Pernyataan Menko PM membuka pintu perubahan itu, dan kami berdiri tegak di belakang semangat tersebut," tutup Idham Arsyad.
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Semangat Cokroaminoto & Program Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Menkop Ferry Bangun Ekonomi Umat