PARADAPOS.COM - Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin, secara resmi melepas ratusan pemudik dalam program mudik gratis pada Sabtu (14/3/2026). Program yang digelar di Kompleks MPR/DPD RI, Jakarta, ini menyediakan transportasi bus bagi 500 perantau kurang mampu untuk kembali ke kampung halaman di lima provinsi Sumatera, tepat menjelang perayaan Idul Fitri.
Fasilitas Mudik untuk Lima Provinsi
Ratusan pemudik yang dilepas hari itu akan menempuh perjalanan panjang menuju Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara DPD RI dan Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan (KAMSRI), yang fokus pada pemberian bantuan transportasi bagi warga yang membutuhkan. Pelepasan berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Sekretaris Jenderal DPD RI, Komjen Pol. Mohammad Iqbal.
Target dan Dampak Sosial Program
Di balik kemudahan logistik, program ini memiliki tujuan sosial yang lebih luas. Sultan Baktiar Najamudin menekankan bahwa bantuan ini tidak sekadar meringankan beban ekonomi perantau, tetapi juga bertujuan untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas nasional selama puncak mudik. Dengan menyediakan angkutan yang aman dan terjamin, diharapkan dapat mengalihkan sebagian pemudik dari menggunakan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh yang berisiko.
“Alhamdulillah, program ini berjalan lancar dan antusiasme masyarakat sangat tinggi. InsyaAllah tahun depan kita akan memberangkatkan lebih banyak armada,” ungkap Sultan Baktiar Najamudin dengan penuh harap.
Komitmen Keamanan dan Kenyamanan
Aspek keamanan menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan mudik gratis ini. Pihak penyelenggara berupaya memastikan seluruh proses perjalanan, mulai dari pemberangkatan hingga kedatangan, dapat berlangsung dengan tertib. Langkah ini diambil agar para pemudik dapat berkumpul dengan keluarga di kampung halaman tanpa dibayangi kekhawatiran selama di perjalanan.
“Program ini juga mengurangi penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jauh. Yang penting, mudik aman dan bisa berlebaran dengan nyaman di kampung halaman,” tambahnya menegaskan komitmen tersebut.
Kolaborasi antara lembaga tinggi negara dan organisasi masyarakat seperti ini menunjukkan upaya konkret dalam menyikapi dinamika mudik tahunan. Dengan fokus pada kelompok rentan, program semacam ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang memerlukan bantuan di masa mendatang.
Artikel Terkait
Direktur Reserse Narkoba Polda NTT Dinonaktifkan Diduga Terlibat Pemerasan Tersangka
Harga Buyback Emas Antam Stagnan di Rp2,749 Juta, Tapi Naik 16,5% Sejak Awal Tahun
IIMS 2026 Cetak Transaksi Rp9,5 Triliun, Lanjutkan Roadshow ke Surabaya, Balikpapan, dan Manado
Ahli Ingatkan Pentingnya Istirahat 30 Menit Setelah 4 Jam Mengemudi Saat Mudik