Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polisi sebagai Saksi Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Group

- Rabu, 10 Juni 2026 | 13:50 WIB
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Penuhi Panggilan Polisi sebagai Saksi Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Group

PARADAPOS.COM - Pasangan selebritas Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid akhirnya memenuhi panggilan penyidik Subdit Kamneg Unit 2 Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (10/6/2026). Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan yang melibatkan PT Khazanah Tamma International, atau yang lebih dikenal sebagai Hanania Group. Kehadiran mereka bertujuan untuk memberikan klarifikasi dan meluruskan kabar simpang siur seputar keterlibatan mereka dengan biro perjalanan umrah tersebut.

Pemeriksaan Berlangsung Kooperatif

Kuasa hukum Thariq dan Aaliyah, Sangun Ragahdo, menjelaskan bahwa kliennya datang secara sukarela untuk memenuhi panggilan penyidik. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa pemeriksaan ini berkaitan dengan laporan polisi atas dugaan tindak pidana penggelapan.

"Kami memenuhi panggilan penyidik terkait laporan polisi dugaan tindak pidana penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUHP atas nama tersangka ASF selaku Direktur Utama Hanania Group," katanya saat ditemui di Jakarta.

Selama pemeriksaan, Thariq dan Aaliyah menjawab sekitar 20 hingga 30 pertanyaan dari penyidik. Kuasa hukum juga menyerahkan sejumlah dokumen, termasuk bukti transfer pembayaran, untuk dimasukkan ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Hubungan Profesional dengan Hanania Group

Sangun menjelaskan bahwa hubungan antara kliennya dengan Hanania Group murni bersifat profesional. Kesepakatan kerja sama promosi, atau endorsement, telah dijalin sejak November 2025.

"Dalam kesepakatan tersebut, Thariq, Aaliyah, dan satu orang anak mereka mendapatkan kompensasi berupa keberangkatan umrah gratis pada Desember 2025," jelasnya.

Sebagai imbalan, pasangan ini diwajibkan untuk mengiklankan jasa travel tersebut melalui unggahan di media sosial mereka. Namun, kuasa hukum membantah narasi yang menyebut seluruh rombongan Thariq dan Aaliyah berangkat secara cuma-cuma.

"Klien kami memboyong rombongan total delapan orang, dan untuk anggota rombongan lainnya itu kami membayar secara mandiri. Nilai pembayarannya mencapai hampir Rp170 juta, di luar biaya operasional mandiri seperti makan dan bayar mutawif di sana," ungkapnya.

Upaya Verifikasi Sebelum Kerja Sama

Menurut Sangun, sebelum menerima tawaran kerja sama, Thariq telah melakukan penelusuran rekam jejak terhadap Hanania Group pada November 2025. Saat itu, biro perjalanan tersebut dinilai memiliki kredibilitas yang baik dan telah sukses memberangkatkan banyak jemaah. Langkah ini menunjukkan adanya upaya due diligence dari pihak Thariq sebelum menjalin kerja sama.

Pernyataan Aaliyah dan Thariq

Aaliyah Massaid menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki pengetahuan sedikit pun bahwa agen travel tersebut akan bermasalah di kemudian hari hingga gagal memberangkatkan jemaah. Ia mengaku prihatin atas nasib para korban.

"Kami sangat prihatin kepada para jamaah yang tidak jadi berangkat. Kami juga sempat beberapa kali menolak approach dari mereka sebelumnya karena kami lebih memilih berangkat menggunakan travel lain dengan membayar penuh," kata Aaliyah.

Senada dengan sang istri, Thariq Halilintar mengaku terkejut saat mengetahui kasus ini mencuat ke publik pada sekitar Maret atau April 2026. Ia berharap kehadirannya di kepolisian dapat membantu penyidik mengungkap kasus ini secara tuntas.

"Kami sampaikan simpati dan prihatin yang mendalam kepada korban-korban yang terkena dampaknya. Bayangkan, banyak dari mereka yang menabung bertahun-tahun demi bisa umrah," ujar Thariq.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar