Kejagung Buka Peluang Periksa Eks Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis

- Rabu, 22 Juli 2026 | 08:25 WIB
Kejagung Buka Peluang Periksa Eks Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis

PARADAPOS.COM - Kejaksaan Agung (Kejagung) membuka kemungkinan untuk memeriksa Nanik S. Deyang, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), dalam penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun Nanik telah mengundurkan diri dari jabatannya, penyidik belum menjadwalkan pemeriksaan, namun peluang itu tetap ada jika dibutuhkan untuk pembuktian perkara. Hingga saat ini, Kejagung telah menetapkan tujuh orang tersangka, termasuk mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan sejumlah pihak swasta.

Suasana di gedung Kejaksaan Agung, Rabu pekan lalu, tampak seperti biasa. Namun, di balik kesibukan administrasi itu, penyidik tengah merangkai alat bukti dalam perkara yang menyedot perhatian publik. Program Makan Bergizi Gratis yang digadang-gadang sebagai solusi gizi anak sekolah justru menjadi sumber masalah hukum baru.

Peluang Pemeriksaan Nanik S. Deyang

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, memberikan pernyataan yang cukup hati-hati. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini penyidik belum menjadwalkan pemanggilan terhadap Nanik. Namun, ia tidak menutup kemungkinan hal itu terjadi di kemudian hari.

"Untuk minggu ini belum ada jadwal pemanggilan, namun ke depan tidak menutup kemungkinan sepanjang penyidik memandang perlu untuk pembuktian," jelas Anang dalam keterangannya.

Anang menambahkan, saat ini tim penyidik masih memprioritaskan pemeriksaan terhadap saksi-saksi lain yang dinilai memiliki nilai pembuktian lebih kuat. "Saat ini penyidik masih fokus kepada saksi-saksi lain dulu yang mempunyai nilai pembuktian kuat," sambungnya.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Kejagung bekerja secara bertahap. Mereka tidak terburu-buru memanggil semua pihak sekaligus, melainkan mengumpulkan bukti dari sumber yang paling relevan terlebih dahulu.

Tujuh Tersangka dalam Kasus MBG

Sejauh ini, Kejagung telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. Mereka berasal dari kalangan pejabat negara dan pihak swasta. Berikut daftar lengkapnya:

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana menjadi salah satu nama yang paling menonjol. Selain itu, ada juga mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Dari pihak swasta, nama-nama seperti Asep Yusuf Somantri, Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal Andri Mulyono, Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Glory Harimas Sihombing, serta Brigadir Jenderal Polisi Lalu Muhammad Irwan Mahardan turut ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan tersangka ini menjadi sinyal bahwa penyidikan kasus ini tidak main-main. Kejagung tampaknya serius membongkar praktik korupsi yang mungkin telah merugikan keuangan negara dalam program yang menyasar anak-anak sekolah tersebut.

Alasan Mundur Nanik S. Deyang

Di tengah hiruk-pikuk penyidikan, Nanik S. Deyang memutuskan mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional. Alasannya cukup manusiawi: kesehatan. Ia harus menjalani pengobatan jantung dan berpamitan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Kabar pengunduran diri ini disampaikan oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. "Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," tulis Dirgayuza.

Dirgayuza menambahkan bahwa Presiden berpesan kepada Nanik untuk tetap mengawasi BGN dari jarak jauh. Nanik, menurut Dirgayuza, sebenarnya tidak sabar untuk segera membereskan berbagai penyimpangan di program MBG. "Presiden meminta Bu Nanik tetap mengawasi BGN. Bu Nanik sendiri bergurau, ia tidak sabar untuk kembali bisa 'mencereweti' dan 'menjewer' jika ada yang menyimpang," ujar Dirgayuza.

Dalam unggahan yang sama, Dirgayuza menyebut Nanik sebagai sosok yang selalu memikirkan pekerjaan meski sedang sakit. "Begitulah Bu Nanik. Bahkan ketika sedang sakit, yang dipikirkannya tetap pekerjaan, Presiden, rakyat, dan anak-anak Indonesia," sambungnya.

Di akhir unggahan, Dirgayuza menyampaikan pesan perpisahan yang cukup emosional. "Selamat berobat, Bu Nanik. Indonesia masih membutuhkan langkah Ibu. Anak-anak Indonesia masih menunggu Ibu kembali — sehat, kuat, kritis dan cerewet seperti biasa," tutup Dirgayuza.

Wanita yang dikenal kerap memakai sepatu kets itu pamit menepi sejenak. Namun, publik menunggu apakah ia akan kembali atau tidak, terutama setelah kasus ini semakin berkembang di meja hijau.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar