CIA Rilis Dokumen Kepanikan Warga Budapest Akibat ‘Piring Terbang’ pada 1955

- Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:25 WIB
CIA Rilis Dokumen Kepanikan Warga Budapest Akibat ‘Piring Terbang’ pada 1955
PARADAPOS.COM - Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) merilis dokumen baru yang mengungkap laporan kepanikan warga Budapest akibat kemunculan “piring terbang” pada tahun 1955. Dokumen tersebut, yang merupakan bagian dari rilis ketiga “File Fenomena Anomali Tak Teridentifikasi” Pentagon, memuat surat dari seorang warga Amerika keturunan Hongaria kepada CIA pada November 1955. Dalam surat itu, kerabatnya di Budapest menceritakan tentang objek terbang misterius yang melintas di jalur antara Budapest dan Moskow dengan kecepatan mencapai 12.000 kilometer per jam. Temuan ini pertama kali diungkap oleh kantor berita RIA Novosti yang menelusuri arsip intelijen tersebut.

Laporan dari Budapest: Kepanikan Akibat “Piring Terbang”

Informasi yang terkandung dalam dokumen CIA ini bermula dari sebuah surat pribadi. Seorang warga negara Amerika Serikat keturunan Hongaria melaporkan kepada CIA pada November 1955 bahwa ia menerima surat dari kerabatnya di Budapest. Isi surat itu menggambarkan suasana mencekam yang melanda warga selama beberapa pekan akibat kemunculan benda-benda terbang aneh. Dalam kutipan surat yang tercantum di dokumen CIA, disebutkan bahwa: “Yang disebut piring terbang (roket) selama beberapa pekan membuat orang-orang dalam keadaan gugup. Benda-benda terbang yang sangat cepat ini membuat kelompok-kelompok ilmiah sangat sibuk.” Kalimat itu menjadi salah satu bukti bagaimana fenomena tersebut mengguncang komunitas ilmiah dan masyarakat awam di Budapest kala itu. Suasana tegang terasa nyata, seolah-olah langit kota itu tengah diawasi oleh sesuatu yang belum bisa dijelaskan.

Kecepatan Mencapai 12.000 Kilometer per Jam

Bagian lain dari surat tersebut memberikan gambaran lebih teknis mengenai objek misterius itu. Pengirim surat menyebutkan dugaan kecepatan benda terbang tersebut, yang menurutnya luar biasa untuk ukuran teknologi pada tahun 1950-an. “‘Saya yakin Anda sudah mendengar dari surat kabar, kecepatan benda-benda terbang ini diperkirakan mencapai 12.000 kilometer per jam,’” demikian lanjutan isi surat itu dalam dokumen CIA. Angka tersebut, jika benar, jauh melampaui kemampuan pesawat udara konvensional pada masa itu. Dokumen CIA juga melampirkan sebuah gambar yang menunjukkan pola pergerakan objek misterius tersebut, yang diduga berada di jalur antara Budapest dan Moskow. Namun, dokumen itu tidak menjelaskan arah pergerakan secara pasti, meninggalkan ruang bagi spekulasi para peneliti.

Kesaksian dari Seorang Keponakan

Menariknya, fenomena ini bukanlah sesuatu yang umum dibicarakan dalam surat-menyurat keluarga saat itu. Pengirim surat mengaku baru pertama kali mendengar cerita semacam itu dari anggota keluarganya di Budapest. “Ini pertama kalinya keponakan saya menyebutkan benda-benda seperti itu dalam surat-suratnya,” demikian kutipan yang tercantum dalam dokumen tersebut. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa peristiwa tersebut dianggap cukup luar biasa hingga layak diceritakan dalam korespondensi pribadi. Suasana di Budapest pada akhir 1955 tampaknya diwarnai oleh rasa ingin tahu dan kegelisahan yang menyebar dari mulut ke mulut, bahkan hingga ke luar negeri.

Gelombang Rilis Arsip UFO Pemerintah AS

Rilis dokumen ini merupakan bagian dari pembukaan arsip UFO yang lebih luas oleh pemerintah Amerika Serikat. Sebelumnya, pada 8 Mei, Departemen Perang AS mulai mempublikasikan sejumlah berkas UFO yang sebelumnya dijanjikan akan dibuka oleh Presiden Donald Trump. Gelombang lanjutan rilis dilakukan pada 22 Mei, sementara otoritas menyatakan dokumen terkait fenomena UFO akan terus dipublikasikan secara berkala setiap beberapa pekan. Langkah ini menunjukkan transparansi yang semakin meningkat dari pihak intelijen AS terhadap fenomena yang selama puluhan tahun diselimuti misteri. Bagi para peneliti dan masyarakat umum, setiap lembar arsip yang dirilis bagaikan potongan puzzle yang perlahan-lahan melengkapi gambaran masa lalu yang belum sepenuhnya terungkap.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler