Tidak hanya dari luar negeri, tekanan untuk memberhentikan Ainul Yaqin juga semakin kuat dari dalam negeri. Beberapa warga Jakarta secara terbuka men-tag Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan akun resmi Transjakarta di media sosial.
Sejumlah warganet mengaku telah mengirimkan surat tuntutan resmi yang meminta pemberhentian Ainul dari posisinya sebagai Komisaris. Mereka menilai pernyataannya yang mengancam tidak mencerminkan akhlak yang pantas untuk seorang pejabat BUMD.
Latar Belakang Kontroversi Orasi Ainul Yaqin
Kontroversi ini berawal dari rekaman orasi Ainul Yaqin yang mengenakan jaket Ansor, dimana dia menyampaikan ancaman. Dalam pidatonya, dia menyatakan, "Jangan sampai kader-kader Banser menggorok leher kalian, seperti Banser menggorok leher PKI. Halal darah kalian."
Pernyataan keras ini menuai reaksi publik yang luas, terlebih Ainul dikenal sebagai seorang hafizh (penghafal Al-Qur'an 30 juz) dan menduduki beberapa posisi strategis, termasuk Ketua GP Ansor DKI Jakarta dan Tenaga Ahli Menteri Agama RI.
Artikel Terkait
Dugaan Aliran Uang Rp50 Juta (Euro) ke Ibu Menteri Terungkap di Sidang Kasus K3 Noel Ebenezer
Dokumen Epstein: Kaitan Hary Tanoe, Trump, dan Misteri Indonesian CIA Terungkap
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Girik, Letter C, Petuk Wajib Sertifikat
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024: IDCloudHost, OVHcloud, Hetzner, dll.