Tidak hanya dari luar negeri, tekanan untuk memecat Ainul Yaqin juga semakin menguat dari dalam negeri. Beberapa warga Jakarta melalui media sosial secara terbuka mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk memberhentikannya dari posisi Komisaris Transjakarta.
Sejumlah warganet melaporkan telah mengirimkan surat tuntutan resmi yang meminta pemberhentian Ainul, dengan alasan bahwa ucapan dan akhlaknya dinilai tidak pantas untuk seorang pejabat publik dan komisaris BUMD.
Pemicu Kontroversi: Orasi Ancaman "Gorok Leher"
Kontroversi ini berawal dari rekaman orasi Ainul Yaqin yang beredar luas. Dalam video tersebut, ia terlihat menggunakan jaket organisasi Ansor dan menyampaikan ancaman, "Jangan sampai kader-kader Banser menggorok leher kalian, seperti Banser menggorok leher PKI. Halal darah kalian."
Pernyataan keras ini menuai reaksi publik yang sangat negatif, terlebih karena posisinya yang strategis sebagai Komisaris Transjakarta, Ketua GP Ansor DKI Jakarta, dan Tenaga Ahli Menteri Agama RI. Statusnya sebagai seorang hafizh (penghafal Al-Qur'an) juga turut menjadi perhatian dalam sorotan kontroversi ini.
Artikel Terkait
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024: IDCloudHost, OVHcloud, Hetzner, dll.
Siapa Ayah Kandung Ressa Rossano? Denada Akui Anak, Adjie Pangestu Bantah
Prilly Latuconsina Kerja Jadi Sales di Summarecon Mall Bekasi, Ini Kisahnya
Analisis Lengkap: Perbedaan Agenda Kapolri Listyo Sigit dan Jokowi sebagai Pejuang