Said Didu Ungkap Prabowo Sepakat Rebut Kedaulatan dari Oligarki, Geng Solo Oligarki Parcok Ditarget
Aktivis sekaligus mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, mengungkap isi pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan yang berlangsung hampir empat jam di Kertanegara itu membahas agenda besar pengembalian kedaulatan negara dari cengkeraman oligarki.
Pertemuan Empat Jam Bahas Kedaulatan Rakyat
Said Didu menyatakan dirinya datang dengan mandat moral untuk menyampaikan rencana pembentukan gerakan di luar pemerintahan. Tujuannya adalah merebut kembali kedaulatan rakyat yang dirampas oligarki.
"Saya kaget, Presiden langsung menyatakan bahwa keresahan itu juga dirasakan di dalam," ujar Said Didu dalam pernyataannya di kanal YouTube YouTuber Pejuang.
DPR Disebut Sebagai "Mall Pedagang Kedaulatan"
Said Didu secara terbuka menyebut aktor-aktor yang dianggapnya sebagai "pedagang kedaulatan". Menurutnya, pedagang terbesar berada di partai politik dan DPR, disusul kelompok yang disebut Parcok dan Parjo.
"Gedung DPR itu bukan lagi rumah rakyat. Itu mall pedagang kedaulatan. Dagangannya satu: kedaulatan bangsa," tegasnya.
Polanya dan Target 60 Oligark
Dia menjelaskan pola oligarki yang merusak, mulai dari membujuk legislator, memperoleh konsesi, menguasai perbankan, hingga pasar modal. Said Didu menyebut hanya sekitar 60 oligark yang menguasai kekayaan nasional.
"Sepuluh orang terkaya, kekayaannya naik tiga kali lipat, tapi kemiskinan juga naik tiga kali lipat. Ini perampokan," katanya.
Bukan Oposisi, Tapi Gerakan Kedaulatan
Meski kritis, Said Didu menegaskan tidak ada oposisi terhadap program utama Presiden Prabowo. Dia justru mendukung agenda pemberantasan korupsi dan pembersihan penegak hukum.
"Kami tidak oposisi terhadap Presiden. Oposisi kami adalah terhadap orang-orang di sekitar beliau yang menghalangi agenda pengembalian kedaulatan," jelasnya.
Target Pertama: Geng Solo Oligarki Parcok (SOP)
Gerakan yang akan dibentuk tidak berbasis partai, melainkan fokus membela rakyat korban ketidakadilan. Target utamanya adalah oligarki, dengan sentuhan pertama pada Geng Solo Oligarki Parcok (SOP).
"Dengan agenda ini, yang pertama tersentuh pasti geng SOP. Itu tidak terelakkan," ujar Said Didu.
Pertemuan ini menandai komitmen bersama untuk melawan sistem yang dikendalikan segelintir elite. Said Didu menilai, perlawanan terhadap agenda ini akan sangat besar, terutama dari DPR dan elite politik yang berkepentingan.
Artikel Terkait
Mahfud MD Desak Evaluasi Terbuka Program Makan Bergizi Gratis
Relawan Prabowo-Gibran Dukung Penyelesaian Kasus Ijazah Palsu Rismon Sianipar via Restorative Justice
Mantan Ketua PN Depok Gugat KPK via Praperadilan Usai OTT Suap Lahan
Koalisi Sipil Soroti Respons Prabowo Usai Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS