Ia juga menambahkan pesan, "Semoga Jokowi cepat-cepat melakukan tobat nasuha."
Kritik Terhadap Legitimasi Politik dan Kekuasaan
Lebih lanjut, Saiful membandingkan integritas dalam profesi dengan dunia politik. Menurutnya, menjadi tukang kusen kayu yang jujur jauh lebih terhormat daripada menjadi politisi atau presiden yang mengobral kebohongan.
Kritik juga ditujukan pada proses pencalonan Gibran Rakabuming Raka, anak sulung Jokowi. Saiful menyoroti soal kecakapan dan mekanisme konstitusi yang ditempuh, yang dinilai sebagai pemaksaan.
"Akhirnya yang terjadi Jokowi hidup merana, penuh penyakit dan nantinya dikutuk oleh sejarah," pungkas Saiful dalam pernyataannya yang keras.
Perkembangan ini menjadi sorotan publik dan menandai babak baru dalam peta politik Indonesia pasca-kepemimpinan Jokowi.
Artikel Terkait
Denada Ganti Bio Instagram Usai Akui Ressa Rizky, Netizen: Tulus atau Gimmick?
Dugaan Aliran Uang Rp50 Juta (Euro) ke Ibu Menteri Terungkap di Sidang Kasus K3 Noel Ebenezer
Dokumen Epstein: Kaitan Hary Tanoe, Trump, dan Misteri Indonesian CIA Terungkap
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Girik, Letter C, Petuk Wajib Sertifikat