Menjaga Martabat di Tengah Tekanan
Purbaya Yudhi Sadewa memilih jalan yang berbeda. Ia memahami bahwa politik seharusnya tentang keberanian mempertahankan kejujuran, bukan sekadar tampil di layar kaca. Ia tidak ingin menari di atas penderitaan rakyat, atau menambah simbol-simbol kosong di tengah beban utang yang harus ditanggung masyarakat. Meski mungkin tidak populer, ia teguh mempertahankan martabatnya sebagai pelayan publik.
Warisan Sikap dalam Sejarah
Elektabilitas bisa saja turun, namun sejarah tidak hanya mengingat angka. Sejarah mencatat sikap. Dalam dunia politik yang kerap kehilangan rasa kemanusiaan, sikap seperti yang ditunjukkan Purbaya memiliki nilai yang tinggi. Ia tidak sedang melawan siapapun, melainkan berusaha memastikan bahwa akal sehat tetap memiliki tempat di republik ini. Di tengah kebisingan yang menenggelamkan nurani, satu suara tenang dapat menjadi penuntun bagi rakyat yang masih percaya bahwa negeri ini belum sepenuhnya gelap.
Penutup: Integritas yang Tetap Dikenang
Mungkin Purbaya Yudhi Sadewa tidak akan menjadi viral. Namun, ketika masyarakat mulai jenuh dengan drama politik yang penuh kepura-puraan, nama-nama seperti dirinya akan kembali dicari. Di balik sikap diamnya, tersimpan keberanian. Di balik ketenangannya, terpancar rasa hormat kepada rakyat. Dan melalui satu langkah sederhana itu, tersisa keyakinan bahwa integritas belum sepenuhnya hilang dari Indonesia.
Ditulis oleh: Agung Nugroho
Direktur Jakarta Institute
Artikel Terkait
Materai Hijau Ijazah Jokowi: Fakta Klarifikasi Alumni UGM vs Tuduhan Profesor Ciek
Mulyono Purwo Wijoyo Ditangkap KPK: Kronologi Lengkap Korupsi Restitusi PPN Miliaran Rupiah
TNI Klarifikasi Video Viral: Intel Awasi Anies di Warung Soto Karanganyar?
Liu Xiaodong, Otak Pencurian Emas 774 Kg di Ketapang, Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan