Retno Marsudi Dipanggil Prabowo, Warganet Rindu & Bandingkan dengan Menlu Sugiono

- Kamis, 05 Februari 2026 | 00:50 WIB
Retno Marsudi Dipanggil Prabowo, Warganet Rindu & Bandingkan dengan Menlu Sugiono
Retno Marsudi Dipanggil Prabowo, Warganet: Rindu Menlu Berintegritas dan Cerdas - Paradapos.com

Retno Marsudi Dipanggil Prabowo, Warganet: Rindu Menlu Berintegritas dan Cerdas

Mantan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjadi sorotan dan mendapat pujian dari warganet setelah dipanggil menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana pada Rabu, 4 Februari 2026.

Unggahan dari akun Instagram RMOL yang melaporkan pertemuan para eks menteri luar negeri tersebut membanjiri komentar positif untuk Retno Marsudi.

Banyak warganet menyampaikan kerinduan dan apresiasi terhadap kepemimpinan Retno saat masih menjabat. Salah satu komentar dari akun @gendistawa99 menyebut, "Menlu plg keren bu retno.. Pemberani g gentar lawan zionis n mamarika."

Komentar serupa datang dari akun @yuyun_wahyuni yang menulis, "Kangennnn ibu @retno_marsudi," dan @ianutami yang menambahkan, "Bu @retno_marsudi ....Rindu Menlu yg Berintegritas dan cerdas.."

Perbandingan dengan Menlu Sugiono

Di sisi lain, sejumlah komentar warganet justru menyoroti kinerja Menteri Luar Negeri saat ini, Sugiono. Akun @diditari_official menulis, "Sugiono jadi menteri plonga plongo."

Sementara akun lain seperti @tjdrnsel6no11b berkomentar, "Tetep aja sugiono is the best.... Bagi prabowo," yang kemudian ditanggapi akun @umarm.471 dengan, "Beliau mau di ganti".

Agenda Pertemuan di Istana

Pertemuan di Istana tersebut tidak hanya dihadiri oleh Retno Marsudi. Turut hadir mantan menteri luar negeri lainnya seperti Alwi Shihab, Marty Natalegawa, serta mantan wakil menteri luar negeri Dino Patti Djalal.

Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir yang hadir dalam pertemuan itu menjelaskan bahwa Presiden Prabowo sengaja mengundang para diplomat senior dan think tank untuk membahas perkembangan geopolitik global.

"Bapak Presiden hari ini menerima para Menlu, wakil Menlu, juga mantan Menlu, wakil Menlu, serta para think tank untuk berdiskusi," jelas Arrmanatha Nasir.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar