Profesor Ciek Julyati Hisyam Kembali Soroti Materai Hijau di Ijazah Jokowi, Pernah Diklarifikasi Alumni UGM
Hampir dua bulan berlalu, Sosiolog Hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Ciek Julyati Hisyam, masih meyakini bahwa ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) palsu.
Ia bahkan masih bersikukuh dengan adanya perbedaan materai Rp100 berwarna hijau pada ijazah Jokowi yang dianggapnya tidak sesuai.
Perbedaan Materai Ijazah Jokowi dan Alumni UGM Lain
Menurut penelusuran, Prof. Ciek membandingkan ijazah Jokowi dengan ijazah milik alumni Fakultas Kehutanan UGM bernama Bambang Rudy Harto. Pada ijazah Bambang digunakan materai Rp500 berwarna merah, sedangkan ijazah Jokowi menggunakan materai Rp100 berwarna hijau, padahal keduanya lulus di tahun yang sama dengan selisih bulan yang berbeda.
Ciek Julyati Hisyam menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Tahun 1985, sebuah ijazah seharusnya tidak perlu memakai materai. "Kalau waktu sebelum Undang-Undang tahun 1985 keluar, itu ada yang Rp100 dan yang Rp500. Tentu yang Rp500 itu adalah yang tertinggi," kata Ciek.
Siapa Sosok Profesor Ciek Julyati Hisyam?
Ciek Julyati Hisyam adalah dosen sekaligus guru besar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang berfokus pada studi kriminologi, sosiologi perilaku menyimpang, dan sosiologi hukum.
Lahir di Jakarta pada 12 April 1962, Ciek menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial IKIP Jakarta pada 1986. Ia kemudian meraih gelar S-2 di bidang Keuangan dari IPWI (2000) dan S-2 Kriminologi dari UI dengan predikat cum laude (2005). Gelar doktor (S-3) dalam bidang Sosiologi ia peroleh dari Program Pascasarjana UI pada 2011.
Sejak 1987, Ciek telah menjadi dosen tetap di UNJ dan dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Sosiologi Perilaku Menyimpang pada Juni 2025. Beberapa penelitiannya antara lain mengenai pengembangan model pendidikan karakter dan model pembelajaran kriminologi.
Klarifikasi dan Bantahan dari Ketua Angkatan Jokowi di UGM
Pada Desember 2025 lalu, Ketua Angkatan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980 sekaligus teman Jokowi, Mustoha Iskandar, memberikan klarifikasi tegas. Ia menegaskan bahwa materai pada ijazah milik Jokowi sudah benar berwarna hijau.
Mustoha menjelaskan bahwa seluruh lulusan Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 yang diwisuda bersama Jokowi dipastikan ijazahnya bermaterai hijau. "Materainya warnanya hijau, bukan merah," kata Mustoha.
Ia memaparkan bahwa UGM melakukan wisuda empat kali setahun, yaitu pada Februari, Mei, Agustus, dan November. Menurutnya, tidak ada satu pun mahasiswa angkatan 1980 Fakultas Kehutanan yang wisuda pada Februari, yang menggunakan materai merah. Jokowi sendiri diwisuda pada 5 November 1985.
"Jadi yang bareng wisuda Pak Jokowi itu hijau materainya, semuanya hijau. Kalau bilang merah berarti bukan angkatan 1980, apalagi sama-sama wisuda Pak Jokowi, itu bohong," tegas Mustoha.
Mustoha Iskandar menyatakan kesiapannya untuk memberikan kesaksian di pengadilan dan mengaku telah mendorong Jokowi untuk tidak melakukan mediasi dalam kasus ini. "Yang penting itu nanti di fakta persidangan kita beradu kekuatan alat bukti," katanya.
Artikel Terkait
Polres Tangerang Kota Tangguhkan Penahanan Habib Bahar bin Smith, Pertimbangkan Aspek Kemanusiaan
Pajak Kendaraan di Jateng Naik Drastis, Warga Keluhkan Tagihan Melonjak
Dua Ahli Roy Suryo Selesaikan Pemeriksaan di Polda Metro Jaya
Jokowi Diperiksa Kembali sebagai Saksi Kasus Dugaan Ijazah Palsu