Penanganan Komprehensif untuk Korban Selamat
Gatot menekankan bahwa penanganan tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Diperlukan pendekatan komprehensif yang fokus pada keberlangsungan hidup korban selamat.
"Kalau kita kasih beras dia masak pakai air apa? Pakai apa dia masak? Dibuatkan dapur umum. Di sebelah tempat penampungan ada tenda-tenda kesehatan darurat... Ada juga rehabilitasi mentalnya dengan psikolog-psikolog," paparnya.
Ia menegaskan, peran pemerintah pusat sebagai sumber kekuatan utama sangat krusial mengingat daerah yang terdampak sedang lumpuh. "Ini perlu biaya, pemerintah daerah tidak akan kuat... Di situlah peran pemerintah pusat harus benar-benar berpikir sampai ke arah situ," tegas Gatot.
Peringatan Ancaman Krisis Kepercayaan dan Keamanan Nasional
Gatot juga memberikan peringatan keras. Ia menyatakan wajar jika masyarakat mengalami krisis kepercayaan terhadap pemerintah, dan hal ini berpotensi menjadi ancaman keamanan nasional jangka panjang jika ketidakadilan terus dibiarkan.
"Jika pusat terus membiarkan mafia hutan dan tambang, lalu hadir terlambat saat bencana, maka wajar bila rakyat bertanya negara ini melindungi siapa?" kata Gatot Nurmantyo.
Artikel Terkait
Materai Hijau Ijazah Jokowi: Fakta Klarifikasi Alumni UGM vs Tuduhan Profesor Ciek
Mulyono Purwo Wijoyo Ditangkap KPK: Kronologi Lengkap Korupsi Restitusi PPN Miliaran Rupiah
TNI Klarifikasi Video Viral: Intel Awasi Anies di Warung Soto Karanganyar?
Liu Xiaodong, Otak Pencurian Emas 774 Kg di Ketapang, Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan