Alfarisi Meninggal di Rutan Medaeng: Kronologi, Dugaan Pelanggaran, dan Tanggapan KontraS

- Kamis, 01 Januari 2026 | 00:00 WIB
Alfarisi Meninggal di Rutan Medaeng: Kronologi, Dugaan Pelanggaran, dan Tanggapan KontraS

Selama masa penahanan, Alfarisi dilaporkan mengalami penurunan berat badan yang sangat drastis, mencapai 30–40 kilogram. Kondisi ini mengindikasikan tekanan psikologis berat dan kuat diduga adanya ketidakpenuhan standar minimum penahanan serta layanan kesehatan di rutan.

"Situasi tersebut secara nyata bertentangan dengan Standar Minimum PBB untuk perlakuan terhadap narapidana," tegas Fatkhul. Standar itu mewajibkan negara memastikan pemenuhan hak atas kesehatan fisik dan mental bagi setiap tahanan.

Kronologi Terakhir Sebelum Meninggal

Keluarga melakukan kunjungan terakhir kepada Alfarisi pada 24 Desember 2025. Saat itu, Alfarisi dikabarkan tidak menunjukkan keluhan kesehatan yang serius. Namun, pada 30 Desember 2025 pukul 06.00 WIB, ia meninggal dunia di Rutan Medaeng.

Berdasarkan keterangan rekan satu sel, sebelum meninggal, Alfarisi sempat mengalami kejang-kejang. Jenazahnya kemudian dipulangkan ke Sampang, Madura, untuk dimakamkan di pemakaman umum setempat.

Halaman:

Komentar