Mahfud MD Ungkap Aspirasi Masyarakat: Rindu Polisi Rakyat
Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Mahfud MD, mengaku telah menerima banyak aspirasi dari berbagai elemen masyarakat mengenai perbaikan Korps Bhayangkara.
"Hasilnya sangat bagus dan kritis-kritis dan banyak juga yang memberikan apresiasi kepada Polri dalam banyak kasus. Tapi yang kritik juga banyak, karena secara umum rakyat itu rindu tampilnya kembali polisi-polisi rakyat, polisi-polisi yang menjadi legenda dan banyak kita temui di berbagai tempat," kata Mahfud MD dalam kanal YouTube pribadinya, Rabu, 31 Desember 2025.
Tahap Penyusunan Formulasi Reformasi Polri
Mahfud MD menjelaskan bahwa komisi telah mendengar puluhan ribu masukan dari masyarakat. Masukan-masukan ini kini sedang dikemas menjadi sebuah formulasi yang akan diberikan kepada presiden.
"Banyak masukan, sekarang belum ada keputusan apapun dari Komisi Reformasi. Sekarang masih tahap serap aspirasi. Bulan Desember serap aspirasi selesai, puluhan ribu masukan, ada yang sama, ada yang beda," bebernya.
Proses serap aspirasi melibatkan 85 entitas komunitas masyarakat, LSM, ormas keagamaan, hingga kampus. "Kita hanya mendengar, tidak membuat keputusan. Solusi yang ditawarkan macam-macam ada A, ada B, itu semua kita tampung dulu," tambahnya.
Target Rampung Akhir Januari
Mahfud MD menyebut bahwa formulasi untuk perbaikan Polri ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026.
"Nanti mulai hari kerja masuk bulan Januari, akan mulai dibahas pada akhir Januari kira-kira sudah dalam bentuk formulasi. Nah di situ sudah tidak ada lagi masukan-masukan agar kita cepat menghasilkan formulasi," pungkasnya.
Artikel Terkait
Denny Indrayana dalam Surat Terbuka ke Prabowo: Setuju Gibran Dipecat, Posisi Duduk di Sidang Kabinet Dinilai Langgar Protokoler
DPP AKJII Desak Presiden Copot Kapolri dan Jaksa Agung Imbas Kasus Mantan Jampidsus
Menteri Keuangan dan Dirut Agrinas Saling Lempar Bola soal Pengadaan 1,8 Juta Kipas Angin Rp1,8 Triliun
Surya Paloh: Jangan Harapkan Generasi Senior, Masa Depan Ada di Tangan Anak Muda