Alfarisi Meninggal di Rutan Medaeng: Kronologi, Dugaan Pelanggaran, dan Tanggapan KontraS

- Kamis, 01 Januari 2026 | 00:00 WIB
Alfarisi Meninggal di Rutan Medaeng: Kronologi, Dugaan Pelanggaran, dan Tanggapan KontraS
Alfarisi Meninggal di Rutan Medaeng: Kronologi dan Tanggapan KontraS Surabaya

Alfarisi Meninggal di Rutan Medaeng Usai Ditangkap Demo Grahadi Surabaya

PARADAPOS.COM - Alfarisi bin Rikosen (21), pemuda yang ditangkap dalam aksi demonstrasi di Gedung Grahadi Surabaya pada Agustus lalu, dilaporkan meninggal dunia di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medaeng, Surabaya, pada Selasa (30/12).

Koordinator Badan Pekerja KontraS Surabaya, Fatkhul Khoir, mengonfirmasi kabar duka tersebut. "Informasi terkait meninggalnya Alfarisi diterima KontraS Surabaya dari pihak keluarga pada pukul 08.30 WIB," ujarnya melalui unggahan di Instagram @kontras_surabaya, Rabu (31/12).

KontraS Soroti Buruknya Kondisi Penahanan di Indonesia

Fatkhul Khoir menegaskan bahwa kematian Alfarisi di dalam tahanan memperlihatkan kondisi penahanan yang buruk di Indonesia. Menurutnya, ini adalah bukti kegagalan negara dalam memenuhi kewajiban melindungi hak atas hidup dan menjamin perlakuan yang manusiawi.

Penurunan Berat Badan Drastis dan Dugaan Pelanggaran Standar

Selama masa penahanan, Alfarisi dilaporkan mengalami penurunan berat badan yang sangat drastis, mencapai 30–40 kilogram. Kondisi ini mengindikasikan tekanan psikologis berat dan kuat diduga adanya ketidakpenuhan standar minimum penahanan serta layanan kesehatan di rutan.

"Situasi tersebut secara nyata bertentangan dengan Standar Minimum PBB untuk perlakuan terhadap narapidana," tegas Fatkhul. Standar itu mewajibkan negara memastikan pemenuhan hak atas kesehatan fisik dan mental bagi setiap tahanan.

Kronologi Terakhir Sebelum Meninggal

Keluarga melakukan kunjungan terakhir kepada Alfarisi pada 24 Desember 2025. Saat itu, Alfarisi dikabarkan tidak menunjukkan keluhan kesehatan yang serius. Namun, pada 30 Desember 2025 pukul 06.00 WIB, ia meninggal dunia di Rutan Medaeng.

Berdasarkan keterangan rekan satu sel, sebelum meninggal, Alfarisi sempat mengalami kejang-kejang. Jenazahnya kemudian dipulangkan ke Sampang, Madura, untuk dimakamkan di pemakaman umum setempat.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar