Effendi Gazali Prediksi Kasus Ijazah Jokowi Baru Selesai Tahun 2035-2036
Effendi Gazali, seorang pakar komunikasi politik ternama Indonesia, memprediksi bahwa kasus terkait ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru akan menemui penyelesaian pada tahun 2035 atau awal 2036.
Prediksi Berdasarkan Diskusi dengan Mahfud MD
Prediksi ini disampaikan Effendi Gazali dalam acara Catatan Demokrasi Spesial Akhir Tahun yang tayang di TVOne. Ia mengklaim perkiraannya sejalan dengan pandangan mantan Menko Polhukam, Mahfud MD. Effendi mengungkapkan bahwa dalam sebuah diskusi, Mahfud MD diperkirakan juga menyebut waktu penyelesaian sekitar awal 2036.
Analisis Komunikasi Politik: Kasus Naik Turun Bersama Politik
Menurut Effendi Gazali, berdasarkan kajian komunikasi politik, kasus ini akan terus bergulir mengikuti dinamika politik nasional. Ia mencontohkan kasus serupa yang menjerat Wakil Gubernur Bangka Belitung, yang proses hukumnya sangat dipengaruhi kondisi politik lokal.
Oleh karena itu, harapan bahwa kasus ini akan selesai pada 2026 melalui proses persidangan di Jakarta dan Solo dinilai tidak realistis. Justru, proses persidangan tersebut diperkirakan akan memberi "nafas" panjang bagi kasus ini hingga akhir 2035 atau awal 2036.
Persoalan Goodwill di Balik Kasus Akademis
Effendi Gazali menegaskan bahwa pada dasarnya kasus ini adalah persoalan akademis murni. Namun, dalam praktiknya, penyelesaiannya sangat bergantung pada goodwill atau kehendak baik dari berbagai pihak. Ia juga mengutip pernyataan Roy Suryo yang menyatakan kesiapan menghentikan kasus ijazah Jokowi, tetapi belum tentu untuk kasus yang melibatkan Gibran, yang mengindikasikan kompleksitas dan keterkaitan antar-"anak kasus".
Profil Effendi Gazali: Pakar Komunikasi Politik Indonesia
Effendi Gazali adalah tokoh intelektual dan akademisi terkemuka di Indonesia. Berikut adalah profil singkatnya:
- Latar Belakang Pendidikan: Meraih gelar Sarjana dan Master Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia, Master International Development dari Cornell University AS, dan Gelar Ph.D. dalam Komunikasi Politik dari Radboud University Belanda.
- Karier Akademik: Dosen Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia dan Guru Besar Ilmu Komunikasi di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).
- Karya dan Peran Publik: Penggagas acara parodi politik "Republik Mimpi", sering menjadi pembicara dalam talk show seperti Indonesia Lawyer Club, dan aktif sebagai narasumber isu komunikasi politik.
- Penghargaan: Termasuk Peneliti Terbaik UI 2003 dan penerima ICA Award dari International Communication Association.
Sorotan Terhadap Lamanya Proses Hukum
Proses hukum kasus ijazah ini mendapat sorotan dari Penasehat Ahli Kapolri, Irjen (Purn) Aryanto Sutadi. Aryanto menyatakan bahwa kasus pidana murni seharusnya dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan. Namun, karena diduga ada muatan politik dan "orang yang mengendalikan" di belakangnya, proses menjadi sangat panjang dengan ratusan alat bukti dan puluhan saksi.
Aryanto menyayangkan sikap penyidik yang dinilai terlalu meladeni permintaan para tersangka, seperti menggelar perkara terbuka dan mempertimbangkan uji forensik independen. Meski memahami niat penyidik untuk menunjukkan profesionalisme dan transparansi, penundaan ini dianggap telah memicu perpecahan di masyarakat.
Aryanto menegaskan pentingnya kasus ini segera dilimpahkan ke pengadilan. "Harus sampai di pengadilan supaya rakyat tahu mana yang benar, mana yang salah," ujarnya. Putusan pengadilan nantinya yang akan menjadi dasar penyelesaian, baik lewat rekonsiliasi maupun pemidanaan.
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Ungkap Pertemuan Tertutup dengan Jokowi yang Berujung SP3
Tokoh Gerakan Rekat Indonesia, Eka Gumilar, Meninggal Dunia di Bogor
Jokowi Tegaskan Tolak Jabatan di Wantimpres, Pilih Tetap Tinggal di Solo
Mensos Sebut Pernyataan Wali Kota Denpasar Soal Penonaktifan PBI Menyesatkan